Kompas.com - 12/09/2013, 21:56 WIB
|
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian menyatakan penembak Aipda (anumerta) Sukardi menggunakan peluru berkaliber 4,5 milimeter.

Hal ini berdasarkan uji balistik yang dilakukan di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. "Terakhir info dari Labfor, walaupun belum keluar resmi, dikatakan kaliber 4,5," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/9/2013) sore.

Rikwanto mengatakan, mengenai sepesifikasi teknis lebih lanjut sedang dianalisis oleh Puslabfor Mabes Polri.

Sejauh ini, lanjut Rikwanto, penyidik baru menemukan bukti berupa tiga selongsong peluru di tempat kejadian perkara (TKP).

"Ini yang perlu dibuktikan dari hasil uji balistik," ujar Rikwanto.

Sementara itu, polisi, menurutnya, akan melakukan rekonstruksi kasus penembakan tersebut yang akan dilakukan pada pekan depan. Dari rekonstruksi itu akan ditelusuri mengenai kemungkinan kelompok mana dan dugaan-dugaan lain yang mengarah kepada siapa palaku penembakan tersebut.

Sukardi ditembak pelaku tak dikenal ketika mengawal konvoi enam truk yang memuat material eskalator untuk pembangunan Rasuna Tower, di Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013). Lokasi penembakan terjadi persis di gedung KPK di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Tahun Ditiadakan, Warga Cipinang Melayu Kembali Gelar Lomba Panjat Pinang di Aliran Kalimalang

2 Tahun Ditiadakan, Warga Cipinang Melayu Kembali Gelar Lomba Panjat Pinang di Aliran Kalimalang

Megapolitan
Diduga Depresi, Wanita Lompat dari Lantai 12 Apartemen Kawasan Kebon Jeruk

Diduga Depresi, Wanita Lompat dari Lantai 12 Apartemen Kawasan Kebon Jeruk

Megapolitan
Saat Kebakaran Landa Bengkel Sekaligus Rumah di Tangerang, Satu Tewas

Saat Kebakaran Landa Bengkel Sekaligus Rumah di Tangerang, Satu Tewas

Megapolitan
Banyak Cat Terkelupas di Sirkuit Formula E, Pengelola: Akibat Pencopotan Iklan

Banyak Cat Terkelupas di Sirkuit Formula E, Pengelola: Akibat Pencopotan Iklan

Megapolitan
Sidang Perdana Kasus Binomo Indra Kenz Bakal Digelar di PN Tangerang Hari Ini

Sidang Perdana Kasus Binomo Indra Kenz Bakal Digelar di PN Tangerang Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 11 Agustus 2022: Bertambah 279 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangsel Kini 940

UPDATE 11 Agustus 2022: Bertambah 279 Kasus Covid-19, Pasien Dirawat di Tangsel Kini 940

Megapolitan
14 Agustus, Jakarnaval 2022 Digelar di Sirkuit Formula E

14 Agustus, Jakarnaval 2022 Digelar di Sirkuit Formula E

Megapolitan
Tangkap Menteri Khilafatul Muslimin, Polisi Sita Uang Rp 2,3 Miliar dari Brankas

Tangkap Menteri Khilafatul Muslimin, Polisi Sita Uang Rp 2,3 Miliar dari Brankas

Megapolitan
Fakta-fakta Soal Tarif Integrasi Transportasi Umum di Jakarta: Biaya Maksimal Rp 10,000 untuk 180 Menit Perjalanan

Fakta-fakta Soal Tarif Integrasi Transportasi Umum di Jakarta: Biaya Maksimal Rp 10,000 untuk 180 Menit Perjalanan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Aksi Intoleran di Sekolah Jakarta | Detik-detik Sebelum Penembakan Brigadir J

[POPULER JABODETABEK] Aksi Intoleran di Sekolah Jakarta | Detik-detik Sebelum Penembakan Brigadir J

Megapolitan
Sesosok Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Terbungkus Karung di Kali Ciliwung Bojonggede

Sesosok Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Terbungkus Karung di Kali Ciliwung Bojonggede

Megapolitan
Kronologi dan Motif Pembunuhan Brigadir J Berdasarkan Pengakuan Ferdy Sambo

Kronologi dan Motif Pembunuhan Brigadir J Berdasarkan Pengakuan Ferdy Sambo

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Merata pada Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodebek Hujan Merata pada Siang hingga Sore

Megapolitan
Ini Hal-hal Penting Pemberlakuan Tarif Integrasi Rp10.000 yang Perlu Diperhatikan

Ini Hal-hal Penting Pemberlakuan Tarif Integrasi Rp10.000 yang Perlu Diperhatikan

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Menteri Khilafatul Muslimin

Polda Metro Jaya Tangkap Menteri Khilafatul Muslimin

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.