Polisi Buru Sopir Kowanbisata yang Tabrak Anggota TNI

Kompas.com - 19/09/2013, 17:35 WIB
Sebuah bus menabrak motor di depan stasiun Tanjung Barat,Jakarta Selatan pada pukul 07.15.Motor Mio korban masuk ke kolong bus, pengemudi motor terlindas bus di bagian perut dan tewas di tempat, Jakarta Selatan,Rabu (18/9/2013). KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTISebuah bus menabrak motor di depan stasiun Tanjung Barat,Jakarta Selatan pada pukul 07.15.Motor Mio korban masuk ke kolong bus, pengemudi motor terlindas bus di bagian perut dan tewas di tempat, Jakarta Selatan,Rabu (18/9/2013).
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi masih mencari pengemudi bus Kowanbisata 511 Depok-Pulogadung bernomor polisi B 7244 NL, yang menabrak anggota TNI, Sersan Mayor (Serma) Sarbani.

Anggota TNI ini tewas setelah sepeda motor Yamaha Mio B 6970 EBJ yang dikemudikannya ditabrak bus tersebut di Jalan Raya Lenteng Agung, dekat Stasiun Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2013).

"Pengemudi bus Kowanbisata masih dalam pencarian," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (19/9/2013).

Rikwanto menyatakan, pada Kamis ini, penyidik dari Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan sedang menyisir lokasi kecelakaan. Tim tengah mencari kemungkinan adanya rekaman kamera pemantau (CCTV) dari bangunan sekitar lokasi yang mungkin merekam kejadian.

"CCTV sedang dianalisis," ujar Rikwanto.

Pasalnya, polisi menyatakan kecelakaan tersebut minim saksi di lokasi kejadian. Pelaku sendiri diketahui melarikan diri usai menabrak Sarbani. "Jadi, marahnya masyarakat setelah adanya kejadian, ada yang meninggal dunia, dan (warga) membakar bus tersebut," ujar Rikwanto.

Selain itu, polisi akan mencari pul bus Kowanbisata yang menabrak korban untuk meminta keterangan dari pemilik bus. "Sekaligus juga mencari sopir yang melarikan diri," ujar Rikwanto.

Sebelumnya, korban ditabrak ketika mengendarai sepeda motornya saat hendak menuju kantor perwakilan Kodam Cendrawasih, Cijantung, Jakarta Timur. Naas, saat melintas di depan Stasiun Tanjung Barat, korban ditabrak oleh bus Kowanbisata hingga tewas. Setelah menabrak korban, pengemudi bus dan kernet kendaraan melarikan diri.

Bus yang ditinggalkan tersebut diamuk massa sampai akhirnya dibakar. Kasus tersebut selanjutnya ditangani Polsek Jagakarsa. Sementara bus Kowanbisata yang dalam keadaan rusak berat serta motor korban diamankan di tempat pengumpulan barang bukti, Jagakarsa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE Grafik 12 Juli: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Megapolitan
Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X