Kompas.com - 23/09/2013, 15:03 WIB
Pengacara Hotman Paris Hutapea pamer mobil mewahnya ke Guberjur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi sempat terkejut saat Hotman menginjakan pedal gasnya kencang-kencang. Fabian Januarius KuwadoPengacara Hotman Paris Hutapea pamer mobil mewahnya ke Guberjur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi sempat terkejut saat Hotman menginjakan pedal gasnya kencang-kencang.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengendarai mobil Lamborghini hijaunya ke Balaikota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Saat hendak meninggalkan Balaikota, Hotman memamerkan mobil mewahnya itu kepada Jokowi.

Hotman mengajak Jokowi untuk melihat-lihat mobil bernopol B 999 NIP yang diparkirnya persis di depan kantor sang Gubernur.

"Ayo Pak Gubernur, coba naik mobil saya dulu, mungkin teman-teman ingin lihat Bapak naik mobil mewah," ujar Hotman.

Semula, Jokowi menolaknya dengan halus. Namun, karena Hotman dan wartawan terus mendesak, Jokowi pun mengalah. Tampak dengan berat hati Jokowi melangkahkan kakinya ke mobil tersebut.

"Ya, sudahlah, saya lihat-lihat sajalah, ndak naik," ujar Jokowi sambil melangkah mengikuti Hotman.

Hotman pun membuka pintu mobilnya kemudian menyalakan mesinnya dengan menginjak pedal gas kencang-kencang. Akibatnya, suara raungan mobilnya membahana di pelataran Balaikota sehingga menyebabkan orang-orang di sekitarnya sontak terkejut, termasuk gubernur.

"Loh, loh, loh," ujar Jokowi refleks mundur serta mengangkat tangannya akibat kejutan suara itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak ayal, gerakan terkejut Jokowi yang spontan itu menarik urat tawa orang-orang yang hadir di sekitarnya. Hotman pun tertawa, tetapi dia tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada Jokowi. Situasi itu pun terus direkam oleh para wartawan.

Kedatangan Hotman dan beberapa selebriti sendiri adalah menjalin komunikasi dengan Gubernur DKI. Beberapa yang dibahas adalah meminta Jokowi merevisi Perda Nomor 10 Tahun 2004 tentang Kepariwisataan dan menegaskan komitmennya membantu Biro Hukum Pemprov DKI atas sejumlah kasus.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langgar Aturan PPKM, Holywings Tebet Didenda Rp 50 Juta dan Ditutup Sepekan

Langgar Aturan PPKM, Holywings Tebet Didenda Rp 50 Juta dan Ditutup Sepekan

Megapolitan
Murid SD Usia 12 Tahun ke Atas di Kota Tangerang Mulai Divaksinasi Covid-19, Ini Jadwal dan Lokasinya

Murid SD Usia 12 Tahun ke Atas di Kota Tangerang Mulai Divaksinasi Covid-19, Ini Jadwal dan Lokasinya

Megapolitan
Polisi Ringkus Komplotan Bajing Loncat yang Beraksi di Kawasan Rawan di Cakung

Polisi Ringkus Komplotan Bajing Loncat yang Beraksi di Kawasan Rawan di Cakung

Megapolitan
Sedang Dipanaskan, Mobil Sedan Terbakar di Perumahan Sunter Garden

Sedang Dipanaskan, Mobil Sedan Terbakar di Perumahan Sunter Garden

Megapolitan
Sidang Perdana Kasus Unlawfull Killing, Dakwaan untuk Dua Terdakwa Dibacakan

Sidang Perdana Kasus Unlawfull Killing, Dakwaan untuk Dua Terdakwa Dibacakan

Megapolitan
6 Duta Besar dari Uni Eropa Tanam Pohon di Taman Wisata Mangrove Angke

6 Duta Besar dari Uni Eropa Tanam Pohon di Taman Wisata Mangrove Angke

Megapolitan
Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Megapolitan
Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Megapolitan
Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Megapolitan
Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Megapolitan
75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

Megapolitan
Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep 'Squid Game', Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep "Squid Game", Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.