Kompas.com - 25/09/2013, 13:37 WIB
Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur mencabut pentil ban mobil yang diparkir di depan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (24/9/2013). Penertiban dilakukan untuk mengurangi kemacetan akibat banyaknya mobil yang parkir di bahu jalan. KOMPAS.com/RATIH WINANTI RAHAYUPetugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur mencabut pentil ban mobil yang diparkir di depan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (24/9/2013). Penertiban dilakukan untuk mengurangi kemacetan akibat banyaknya mobil yang parkir di bahu jalan.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya untuk mengembalikan fungsi jalan terus dilakukan. Dalam sepekan, di Jakarta Pusat, sebanyak 804 kendaraan digembosi dan dicabut pentilnya karena parkir di sembarang tempat. 787 di antaranya kendaraan roda dua.

Kepala Seksi Penertiban dan Pengendalian Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak mengatakan, Dinas Perhubungan terus melakukan penertiban parkir liar. Intinya, agar pengendara sadar akan peraturan dan sebab dari parkir liar itu.

"Sampai sekarang penertiban terus dilakukan. Hingga kini, sudah 804 kendaraan yang sudah kita tindak. Hari ini kita akan melakukan penertiban di depan RSCM dan Roxy," ujarnya saat dihubungi, Rabu (25/9/2013).

Untuk mencegah kembalinya parkir liar di kawasan ITC Roxy Mas yang selama ini menjadi fokus perhatian sambung harlem, Sudin Perhubungan Jakarta Pusat telah memasang rantai pembatas di bawah fly over, tepat di depan ITC Roxy Mas.

Selain untuk mencegah kembalinya parkir liar, rantai tersebut berguna untuk mencegah pedagang kaki lima yang berjualan. Harlem juga mengharapkan kesadaran masyarakat pengguna kendaraan untuk mentaati peraturan yang ada larangan parkir.

"Tapi kami juga tidak akan berhasil tanpa adanya peran serta masyarakat pengguna jalan. Kesadaran pengguna kendaraan untuk memarkirkan kendaraannya di tempat yang telah ditentukan sangat penting," harapnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Pemkot Beri Perhatian Khusus pada Empat Kawasan Rawan Banjir di Jakbar

Megapolitan
Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Perempuan di Pesanggrahan Trauma dan Tak Nafsu Makan karena Pria Masturbasi Buang Sperma di Jok Motornya

Megapolitan
Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Sulit Berjalan, Pasien Berbobot 120 Kg Dievakuasi Petugas Damkar dari Lantai 2 Rumah ke RS

Megapolitan
Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Rapor Merah 4 Tahun Anies dari LBH: Gimik soal Reklamasi hingga Warga Sulit Punya Rumah di Jakarta

Megapolitan
PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

PPKM Jakarta Turun Jadi Level 2

Megapolitan
Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Babak Baru Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, Briptu Fikri dan Ipda Yusmin Didakwa Menganiaya hingga Korban Tewas

Megapolitan
Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Cinta Satu Malam di Lokalisasi Gunung Antang Berujung Tewasnya Pelanggan yang Ogah Bayar

Megapolitan
UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

UPDATE 18 Oktober: Tambah 1 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 40 Pasien Dirawat

Megapolitan
Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Bela Anies yang Diberi Rapor Merah, Wagub DKI: Tanya Masyarakat, Jakarta Semakin Baik...

Megapolitan
Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Beri Rapor Merah untuk Anies, LBH Sebut Sulit Punya Tempat Tinggal di Jakarta

Megapolitan
LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

LBH Jakarta Sebut Pemprov DKI Masih Setengah Hati Tangani Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Kantor Pinjol Ilegal di Kepala Gading Sepi Saat Digerebek, Ternyata Pegawainya WFH

Megapolitan
Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Polisi Sebut Perusahaan Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Ancam Nasabah dengan Gambar Porno

Megapolitan
Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Korsleting Panel Listrik Instalasi AC, Lantai 15 Gedung Wika Terbakar

Megapolitan
Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Kelapa Gading, Polisi Amankan 4 Karyawan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.