Kompas.com - 25/09/2013, 16:27 WIB
Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur mencabut pentil ban mobil yang diparkir di depan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (24/9/2013). Penertiban dilakukan untuk mengurangi kemacetan akibat banyaknya mobil yang parkir di bahu jalan. KOMPAS.com/RATIH WINANTI RAHAYUPetugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur mencabut pentil ban mobil yang diparkir di depan Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (24/9/2013). Penertiban dilakukan untuk mengurangi kemacetan akibat banyaknya mobil yang parkir di bahu jalan.
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Langkah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta merazia mobil yang diparkir sembarangan dengan cara mencabut pentil ban dinilai oleh sejumlah kalangan telah menyalahi hukum. Jika akan diterapkan, harus segera dibuat payung hukumnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan kalau tindakan itu telah diatur di dalam peraturan. "Cabut pentil, ya cabut saja. Polisi saja pada ikut kok," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Tindakan mencabut pentil ban itu, kata dia, merupakan alternatif lain untuk mendidik warga agar tidak lagi memarkir kendaraannya secara sembarangan. Sementara itu, terkait pemberian sanksinya, selain denda, Dinas Perhubungan DKI juga akan memberikan hukuman dengan kerja sosial seperti membersihkan sungai.

"Di situ ada aturan kerja sosial juga. Besok saya mau ke jaksa sama PN (Pengadilan Negeri) lagi untuk bahas soal ini," ujarnya.

Kepala Bidang Operasional Dishub DKI Jakarta Sunardi Sinaga menjelaskan, tindakan mencabut pentil ban itu telah berdasar pada Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang Pelanggaran Rambu-rambu, serta Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Menurut Sinaga, tindakan parkir liar telah menyalahgunakan fungsi trotoar dan jalan raya. "Itu tindakan sebagai mediator supaya pelanggar dan aparat ketemu di kantor untuk kemudian ditindaklanjuti proses hukum karena saat penindakan, para pelanggar tidak ada di lokasi," kata Sinaga.

Dalam menjalankan aksi penggembosan ban tersebut, Sunardi juga menegaskan bahwa hal tersebut merupakan tindakan rutin yang tak membutuhkan anggaran khusus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4.400 PKL di Jakbar Akan Terima Bantuan, Tiap Orang Dapat Rp 1,2 Juta

4.400 PKL di Jakbar Akan Terima Bantuan, Tiap Orang Dapat Rp 1,2 Juta

Megapolitan
PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 3

PPKM Diperpanjang, Jakarta Masih Berstatus Level 3

Megapolitan
Mobil Mercy Terbakar Saat Terparkir di Garasi Bengkel di Duren Sawit

Mobil Mercy Terbakar Saat Terparkir di Garasi Bengkel di Duren Sawit

Megapolitan
Penjambret Beraksi di Serua Ciputat, Rampas Kalung Perempuan yang Belanja Sayur

Penjambret Beraksi di Serua Ciputat, Rampas Kalung Perempuan yang Belanja Sayur

Megapolitan
Dua Pria Disekap dan Dianiaya di Sebuah Rumah di Duren Sawit

Dua Pria Disekap dan Dianiaya di Sebuah Rumah di Duren Sawit

Megapolitan
Kemenkumham Masih Tunggu Surat Penetapan Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Kemenkumham Masih Tunggu Surat Penetapan Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
Saat Anies Habiskan Ratusan Juta Rupiah untuk Tugu yang Ujung-ujungnya Dibongkar...

Saat Anies Habiskan Ratusan Juta Rupiah untuk Tugu yang Ujung-ujungnya Dibongkar...

Megapolitan
Sejumlah Warga di Pademangan Barat Keluhkan Air Keruh dan Berbau, Mandi Harus Beli Galon Isi Ulang

Sejumlah Warga di Pademangan Barat Keluhkan Air Keruh dan Berbau, Mandi Harus Beli Galon Isi Ulang

Megapolitan
Kalapas Tangerang Dinonaktifkan Usai Tragedi Kebakaran, LBH Masyarakat: Semoga Tidak Berhenti di Situ

Kalapas Tangerang Dinonaktifkan Usai Tragedi Kebakaran, LBH Masyarakat: Semoga Tidak Berhenti di Situ

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Siap Hadiri Panggilan KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Tanah Munjul

Ketua DPRD DKI Siap Hadiri Panggilan KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Tanah Munjul

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya 2021, Ini Tiga Jenis Pelanggaran yang Disasar Polisi

Operasi Patuh Jaya 2021, Ini Tiga Jenis Pelanggaran yang Disasar Polisi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik | Aturan Terbaru Masuk Mal

[POPULER JABODETABEK] Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik | Aturan Terbaru Masuk Mal

Megapolitan
UPDATE 20 September: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 20 September: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di RS UI Tersedia 4 Jenis Vaksin, Ini Syarat Mendaftarnya

Vaksinasi Covid-19 di RS UI Tersedia 4 Jenis Vaksin, Ini Syarat Mendaftarnya

Megapolitan
Hanya 6 Kasus Baru dalam Sehari, Depok Catat Pasien Covid-19 Paling Rendah dalam Sejarahnya

Hanya 6 Kasus Baru dalam Sehari, Depok Catat Pasien Covid-19 Paling Rendah dalam Sejarahnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.