Polisi Kesulitan Kenali Penembak Aipda (Anumerta) Sukardi

Kompas.com - 25/09/2013, 22:25 WIB
Anggota Gegana menjaga tempat kejadian perkara (TKP) penembakan anggota Provost Polri bernama Bripka Sukardi, di depan kantor KPK Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2013). Bripka Sukardi tewas ditembak di Jl Rasuna Said tepatnya di depan Gedung KPK pukul 22.20. TRIBUN / HERUDINAnggota Gegana menjaga tempat kejadian perkara (TKP) penembakan anggota Provost Polri bernama Bripka Sukardi, di depan kantor KPK Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2013). Bripka Sukardi tewas ditembak di Jl Rasuna Said tepatnya di depan Gedung KPK pukul 22.20.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie mengatakan, tim penyidik Polda Metro Jaya melakukan reka ulang kejadian penembakan Aipda (anumerta) Sukardi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (24/9/2013) malam.

Reka ulang yang berlangsung selama dua jam tersebut guna memastikan modus operandi yang digunakan keempat pelaku penembakan. "Untuk memastikan modus penembakannya," kata Ronny saat ditemui di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Rabu (25/9/2013).

Ronny mengatakan, reka ulang tersebut dilakukan berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap saksi-saksi di tempat kejadian perkara, serta hasil rekaman kamera CCTV.

Pemeriksaan terhadap 30 kamera CCTV oleh penyidik sampai saat ini masih belum membuahkan hasil yang signifikan. "Karena kan kualitas visual CCTV tersebut tidak bisa di-zoom, kejadiannya malam hari, sehingga gambar pelakunya tidak jelas," katanya.

Ronny menyatakan, kasus penembakan Sukardi berbeda dengan kasus penembakan terhadap tiga anggota kepolisian sebelumnya di wilayah Tangerang Selatan.

Dalam penembakan di Tangerang Selatan, tim penyidik menemukan bukti yang cukup kuat, yaitu sepeda motor milik pelaku. Dari sana, pengembangan pun dilakukan dengan menelusuri nomor mesin dan nomor rangka pada sepeda motor yang digunakan pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, bukti-bukti yang dimiliki penyidik mengarah kepada kedua pelaku yang dua fotonya telah disebar sebelumnya.

Kedua pelaku yang diketahui bernama Hendi Albar dan Nurul Haq alias Jeck diduga menjadi pelaku penembakan yang sama untuk tiga kasus penembakan anggota kepolisian di Tangerang Selatan.

Untuk kasus penembakan Sukardi, penyidik hanya menemukan barang bukti berupa proyektil peluru. Sampai saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap proyektil tersebut guna menentukan kaliber peluru yang digunakan pelaku.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X