Kompas.com - 26/09/2013, 19:10 WIB
Aparat pemerintah Jakarta Selatan, Polsek Pasar Minggu, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan menertibkan parkir liar di kawasan Pasar Minggu, Senin (23/9/2013).  Penertiban itu dilakukan dengan cara mencabut pentil ban dan mengangkut kendaraan untuk memberi efek jera pada pemarkir dan tukang ojek di Jalan Raya Ragunan. KOMPAS.com/SONYA SUSWANTIAparat pemerintah Jakarta Selatan, Polsek Pasar Minggu, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan menertibkan parkir liar di kawasan Pasar Minggu, Senin (23/9/2013). Penertiban itu dilakukan dengan cara mencabut pentil ban dan mengangkut kendaraan untuk memberi efek jera pada pemarkir dan tukang ojek di Jalan Raya Ragunan.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com- Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, penindakan parkir liar harus dilakukan untuk menegakan peraturan daerah. Namun, jika mengacu pada undang-undang, maka pemarkir kendaraan bermotor di tempat terlarang seharusnya dikenai tilang atau penahanan SIM, bukan dengan cabut pentil ban.

Meski begitu, Rikwanto tidak menyalahkan proses penertiban dengan cara cabut pentil. Hanya saja, ia mengatakan bahwa penertiban dengan cara tersebut bisa menjadi polemik. Sebelumnya, pernah dilakukan cara-cara lain yang juga menimbulkan pro dan kontra.

"Sebelumnya ada bannya digembok, dirantai, ada juga yang digembosi," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/9/2013).

Karena itu, kata Rikwanto, harus dikaji lagi bagaimana bentuk penertiban yang baik sesuai undang-undang dan peraturan daerah. Karena kedudukan undang-undang lebih tinggi, maka undang-undang harus dikedepankan.

Selain itu, kata Rikwanto, jangan hanya pemarkirnya yang ditindak, tetapi juga harus dilihat pula siapa yang mengelola tempat parkir tersebut.  "Juga dilihat lokasinya, apakah ada solusi, misalnya penyediaan parkir untuk kendaraan yang sebelumnya parkir liar," ujar Rikwanto.

Dalam beberapa waktu terakhir ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama satuan polisi pamong praja, polisi, dan TNI aktif melakukan penertiban lokasi-lokasi parkir liar dengan cara mencabut pentil ban kendaraan yang diparkir di tempat yang tak semestinya. Cara tersebut dilakukan untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku parkir liar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Megapolitan
Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

Megapolitan
Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Megapolitan
Luhut B Penjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar 100 Miliar Terkait Tudingan 'Bermain' di Tambang di Papua

Luhut B Penjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar 100 Miliar Terkait Tudingan "Bermain" di Tambang di Papua

Megapolitan
Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Megapolitan
Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Megapolitan
Duduk Perkara Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi

Duduk Perkara Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi

Megapolitan
Kebakaran Cahaya Swalayan Cilandak KKO Diduga akibat Korsleting Listrik

Kebakaran Cahaya Swalayan Cilandak KKO Diduga akibat Korsleting Listrik

Megapolitan
Luhut Binsar Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

Luhut Binsar Laporkan Haris Azhar dan Fatia Kontras ke Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
Cara Dapatkan Bantuan Rp 1,2 Juta untuk Pedagang Kaki Lima hingga Pengusaha Warteg

Cara Dapatkan Bantuan Rp 1,2 Juta untuk Pedagang Kaki Lima hingga Pengusaha Warteg

Megapolitan
Bruder Angelo, Biarawan yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok, Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Bruder Angelo, Biarawan yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok, Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Megapolitan
Sempat Gangguan Imbas Puting Beliung, 975 Gardu Listrik di Depok Kembali Normal

Sempat Gangguan Imbas Puting Beliung, 975 Gardu Listrik di Depok Kembali Normal

Megapolitan
Tak Cukup Hanya Penetapan Tersangka, Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Menuntut Lebih

Tak Cukup Hanya Penetapan Tersangka, Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Menuntut Lebih

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.