Kompas.com - 27/09/2013, 14:15 WIB
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah nama kini telah dikantongi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pekan depan, Jokowi akan mulai serius menyeleksi orang-orang yang dianggap layak menjalani tugas tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Jumat (27/9/2013), membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Jokowi telah memanggil dan memberikan nama-nama pejabat yang akan menempati posisi Sekda untuk kemudian menjalani tes selanjutnya.

"Kira-kira minggu besok, sekarang Jumat, Senin-lah serius diurus," kata Basuki, di Balaikota Jakarta. 

Menurut dia, Pemprov DKI masih perlu mendapat masukan dari sejumlah pihak, yaitu Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda DKI Wiriyatmoko. Semua masukan tersebut diperlukan sebelum nama-nama calon sekda diserahkan kepada Jokowi.

Salah satu pejabat eselon II yang disebut-sebut berpeluang besar menduduki posisi strategis itu  adalah Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah. Disinggung soal posisi Saefullah yang akan menjadi Asisten Pemerintahan definitif dan tidak menjadi Sekda, Basuki malah bilang begini, "Kenapa dia enggak jadi sekda saja sekalian, he-he-he," kata Basuki.

Menuju kursi sekda 

Pasca-pengunduran diri Fadjar Panjaitan pada April lalu dari kursi Sekda, jabatan ini hingga saat ini masih belum terisi. Tugas Sekda saat ini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda DKI Wiriyatmoko, yang juga menjabat sebagai Asisten Pembangunan DKI.

Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, pada Pasal 122 mengatur Gubernur Provinsi mencalonkan tiga nama untuk Sekda dan diusulkan melalui Kementerian Dalam Negeri. UU tersebut memiliki petunjuk teknis, yaitu Permendagri Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pedoman Penilaian Calon Sekda Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Pejabat Struktural Eselon II.

Setelah Mendagri menerima tiga nama dari Gubernur DKI, maka Mendagri akan berkirim surat ke Presiden. Berkas nama-nama calon sekda itu juga akan diteruskan kepada Jaksa Agung, Kapolri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Menko Polhukam.

Para penegak hukum itu akan melihat rekam jejak hukum dan kelaikan calon sekda. Kemudian, hasilnya disampaikan kepada penentu akhir, yakni Wakil Presiden RI Boediono. Untuk menduduki posisi Sekda, seorang pegawai negeri sipil (PNS) harus memiliki golongan IV D dan IV C.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.