Unit Rusun Pinus Elok Siap Diundi Siang Ini

Kompas.com - 28/09/2013, 10:42 WIB
Estu Suryowati <suryowati88@gmail.com> Estu Suryowati
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengundian Rumah Susun Pinus Elok, Jakarta Timur, yang diperuntukkan bagi warga sekitar Waduk Ria Rio akan dilakukan hari ini. Pengundian 203 unit rusun dilakukan di kantor Kecamatan Pulogadung, Sabtu (28/9/2013).

Warga yang sudah terdaftar untuk mendapatkan rumah susun tinggal menyerahkan fotokopi KTP dan kartu keluarga. Pengundian akan dilakukan untuk unit rumah susun A2, A5, dan A6.

Kepala Seksi Pelayanan Unit Pengelola Rumah Susun Wilayah 3, Lady Natalia, mengatakan, saat ini akan dilakukan pengundian untuk mendapatkan kunci rusun saja. Belum ada fasilitas yang dijanjikan.

"Jadi hanya mengambil kunci saja. Di dalamnya (rusun) masih kosong. Kalau mereka mau langsung menempati, ya silakan saja," ujarnya di Kantor Kecamatan Pulogadung, Sabtu.

Terdapat 10 item fasilitas yang dijanjikan bagi warga sekitar Waduk Ria Rio, antara lain kulkas, kompor, televisi, dan kasur. Fasilitas ini baru akan diberikan mulai Senin depan secara bertahap.

Selain itu, nantinya warga sekitar Waduk Ria Rio yang pindah ke Rumah Susun Pinus Elok akan digratiskan biaya sewa selama enam bulan. "Tetapi, ini tidak meliputi listrik dan air," tambah Lady.

Untuk biaya sewa Rusun Pinus Elok lantai I sebesar Rp 234.000, lantai II Rp 212.000, lantai III Rp 192.000, lantai IV Rp 173.000, dan lantai V Rp 156.000.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X