Penumpang Kesal Lion Air Pindahkan Jam Penerbangan

Kompas.com - 30/09/2013, 11:03 WIB
Penumpang maskapai penerbangan Lion Air ke berbagai kota di Indonesia menumpuk di Gate 17 dan 18 Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu (1/9/2013). Donny ApriliandaPenumpang maskapai penerbangan Lion Air ke berbagai kota di Indonesia menumpuk di Gate 17 dan 18 Bandara Ngurah Rai, Bali, Minggu (1/9/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan GT 20 dari Bandara Soekarno-Hatta tujuan Bandara Ngurah Rai, Bali, merasa dirugikan akibat pemindahan penerbangan yang dilakukan maskapai tersebut, Senin (30/9/2013). Petugas konter check in Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta menyatakan, penumpang mesti dipindahkan penerbangannya ke pesawat lain dengan alasan yang belum terkonfirmasi.

Salah satu penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan GT 20, Panca, mengatakan, keberangkatannya menuju Bali terpaksa mengalami kemunduran dari jadwal sebelumnya pada pukul 09.35. Menurutnya, petugas check in di Bandara menyatakan, penumpang dengan nomor penerbangan tersebut dipindahkan ke pesawat dengan nomor penerbangan GT 22 yang baru akan diberangkatkan pada pukul 11.00.

"Tadi pas masuk check in dengan nomor GT 20, petugas counter check in bilang penerbangan GT 20 ditiadakan, dialihkan ke GT 22," kata Panca, saat dihubungi Kompas.com, Senin pagi.

Panca menuturkan, akibatnya, keberangkatannya pun mengalami keterlambatan. Yang menjadi simpang siur, penumpang diberikan alasan yang berbeda dari petugas check in dengan petugas customer service di sana.

"Petugas check in-nya bilang alasannya bandara di Bali ditutup ada penyelenggaraan APEC," ujar Panca.

Namun, Panca yang merupakan jurnalis fotografer dari sebuah media nasional ini heran dengan penjelasan tersebut. Pasalnya, Panca yang hendak melakukan peliputan APEC mengatakan memiliki jadwal penutupan bandara di Bali yang bukan jatuh pada hari ini.

"Saya buka jadwal saya. Penutupan airport di Bali itu tanggal 6, 8, dan 9," ujar Panca.

Petugas check in tersebut, menurutnya, tak mampu menjelaskan dan meminta seorang temannya lagi untuk menjelaskan hal tersebut. Setelah itu, petugas check in di sana mengantar Panca ke bagian customer service, dan dijelaskan bahwa pemindahan penerbangan itu menurut petugas tersebut dengan alasan operasional. Akibatnya, Panca merasa dirugikan dengan pemindahan penerbangan tersebut.

"Jelas merasa dirugikan. Karena untuk penerbangan jam 09.35, dari rumah saja itu saya sudah berangkat jam 07.00," ujar Panca.

Pihak Lion Air belum memberikan penjelasan terkait kejadian ini. Sementara Direktur Umum Lion Air Edward Sirait belum merespons saat dihubungi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pradi-Afifah Sindir Banyak Dokter Duduki Jabatan Struktural, padahal Depok Kekurangan Tenaga Medis

Pradi-Afifah Sindir Banyak Dokter Duduki Jabatan Struktural, padahal Depok Kekurangan Tenaga Medis

Megapolitan
Imam Singgung Kartu Depok Sejahtera, Pradi: Itu Program Pemeritah Pusat

Imam Singgung Kartu Depok Sejahtera, Pradi: Itu Program Pemeritah Pusat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Usung 4 Program Prioritas dalam RAPBD 2021

Pemkot Tangerang Usung 4 Program Prioritas dalam RAPBD 2021

Megapolitan
Berkas Perkara Kasus Pabrik Narkoba di Cipondoh Sudah Rampung

Berkas Perkara Kasus Pabrik Narkoba di Cipondoh Sudah Rampung

Megapolitan
Soal Gini Ratio, Imam Sebut Kota Depok Lebih Baik dari Jakarta dan Indonesia

Soal Gini Ratio, Imam Sebut Kota Depok Lebih Baik dari Jakarta dan Indonesia

Megapolitan
Viral Video Pengemudi Ojol Dibegal di Klender, Polisi Lakukan Penyelidikan

Viral Video Pengemudi Ojol Dibegal di Klender, Polisi Lakukan Penyelidikan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok: Pradi Janjikan Dana RW, Imam Dana Kelurahan

Debat Pilkada Depok: Pradi Janjikan Dana RW, Imam Dana Kelurahan

Megapolitan
Debat Kandidat Pilkada Depok: Imam Tanya soal Kesehatan, Pradi Malah Bahas UMKM

Debat Kandidat Pilkada Depok: Imam Tanya soal Kesehatan, Pradi Malah Bahas UMKM

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Sepeda MTB di Jakarta

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Sepeda MTB di Jakarta

Megapolitan
Pradi: Kami Akan Jaga Pertumbuhan Ekonomi Depok Tanpa Korbankan Kesehatan Warga

Pradi: Kami Akan Jaga Pertumbuhan Ekonomi Depok Tanpa Korbankan Kesehatan Warga

Megapolitan
Imam Sebut 1.000 Kios Sudah Dibangun di Depok, Afifah: Lihat Kenyataan di Lapangan

Imam Sebut 1.000 Kios Sudah Dibangun di Depok, Afifah: Lihat Kenyataan di Lapangan

Megapolitan
Atasi Masalah Generasi Muda, Idris-Imam Janji Bangun Alun-alun hingga Depok Creative Hub

Atasi Masalah Generasi Muda, Idris-Imam Janji Bangun Alun-alun hingga Depok Creative Hub

Megapolitan
Imam Pamer Alpukat dan Belimbing Saat Debat Kandidat Pilkada Depok

Imam Pamer Alpukat dan Belimbing Saat Debat Kandidat Pilkada Depok

Megapolitan
Debat Kandidat Pilkada Depok, Imam Budi Janji Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming

Debat Kandidat Pilkada Depok, Imam Budi Janji Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming

Megapolitan
Pradi-Afifah Janji Batasi Izin Pendirian Pasar Modern jika Menang Pilkada Depok

Pradi-Afifah Janji Batasi Izin Pendirian Pasar Modern jika Menang Pilkada Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X