Pemutilasi Istri di Tol Cikampek Meninggal

Kompas.com - 01/10/2013, 10:14 WIB
Sidang vonis Benget Situmorang, pemutilasi istri yang jasadnya dibuang di tol Cikampek, kembali ditunda, Senin (30/9/2013). Benget mengaku sakit sesak napas dan paru-paru sehingga tidak bisa menjalani sidang hari ini. KOMPAS.COM/RATIH WINANTI RAHAYUSidang vonis Benget Situmorang, pemutilasi istri yang jasadnya dibuang di tol Cikampek, kembali ditunda, Senin (30/9/2013). Benget mengaku sakit sesak napas dan paru-paru sehingga tidak bisa menjalani sidang hari ini.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com
— Pemutilasi istri di Tol Cikampek, Benget Situmorang, meninggal dunia, Selasa (1/10/2013) pagi. Dia meninggal di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

"Iya, tadi pagi saya ditelepon petugas LP Cipinang, tapi meninggalnya jam berapa saya belum tahu pasti. Saya sekarang masih di jalan menuju LP," kata Edward Sihombing, kuasa hukum Benget Situmorang, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (1/10/2013).

Edward menambahkan, Benget diduga meninggal karena sakit yang dideritanya. Selama di tahanan, Benget mengaku dadanya sakit dan sesak napas.

"Ya, seperti yang saya bilang kemarin. Benget itu sakit jantung dan paru-paru. Jadi kemungkinan penyakitnya itu yang menyebabkan Benget meninggal," ujarnya.

Benget terakhir kali sempat menghadiri sidang vonisnya pada Senin (30/9/2013). Namun, sidang ditunda karena kondisi kesehatannya memprihatinkan. Dia datang ke ruang sidang dengan digotong tiga orang petugas kejaksaan.

Melihat kondisi Benget seperti itu, majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang vonis tersebut hingga Kamis (3/10/2013). Namun, kuasa hukum Benget menyesali sikap hakim dan jaksa penuntut umum yang tetap mendatangkan Benget ke persidangan meskipun dalam kondisi sakit.

"Masak orang sakit dibawa, tidak punya hati dan rasa kemanusiaan," ujarnya kala itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Pasien Antre, RSPI Sulianti Saroso Tambah Ruang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Update 20 Januari: RS Wisma Atlet Rawat 4.651 Pasien Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, RS di Kota Bogor Kekurangan Ventilator

Megapolitan
Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Hari Ini, John Kei Bacakan Nota Keberatan atas Dakwaan Pembunuhan Berencana

Megapolitan
Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Permintaan Plasma Konvalesen Meningkat, 17 RS Menunggu Stok di PMI Tangsel

Megapolitan
Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Tak Tahu Pedagang Mogok Jualan, Pembeli Masih Cari Daging Sapi di Pasar Tangerang

Megapolitan
Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Tangsel Kehabisan Stok Plasma Konvalesen untuk Terapi Pasien Covid-19

Megapolitan
Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Fakta Terbaru Kasus Mesum di RSD Wisma Atlet, Pasien Jadi Tersangka, Perawat Tak Dipidana

Megapolitan
Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Telantar

Megapolitan
Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Mogok Jualan, Los Pedagang Sapi di Sejumlah Pasar di Jaksel Kosong

Megapolitan
Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Catat, Hotline Layanan Covid-19 dan Rumah Sakit Rujukan di Jakarta

Megapolitan
Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Polemik Tingginya Harga Daging Sapi hingga Aksi Mogok Berdagang

Megapolitan
Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Ketika Fasilitas Kesehatan untuk Pasien Covid-19 di Jakarta Penuh Lebih Cepat dari Prediksi...

Megapolitan
Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Rabu Ini, Polisi Gelar Perkara Tentukan Status Kasus Pesta Ricardo Gelael yang Dihadiri Raffi Ahmad

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Pedagang Daging Sapi Jabodetabek Mogok Jualan Mulai Hari Ini, Apa Alasannya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X