Suami Wanita yang Tewas di Kalibata City Ada di Australia

Kompas.com - 01/10/2013, 13:57 WIB
Kondisi kamar E 09 AT di tower Ebony, Apartemen Kalibata City pada Senin (30/9/2013) malam banyak terdapat bercak darah. Kompas.com/SABRINA ASRILKondisi kamar E 09 AT di tower Ebony, Apartemen Kalibata City pada Senin (30/9/2013) malam banyak terdapat bercak darah.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Wanita di Tower Ebony Kalibata City yang tewas bernama Holly Angela Hayu (37). Dia sudah bersuami yang berada di Australia.

Teman Holly, Tamara, menceritakan bahwa saudaranya itu orang yang ramah. Dia kerap membawa teman ke unitnya di lantai 9.

"Emang dia orangnya ramah, siapa aja dibawa masuk ke unitnya," ujar Tamara, yang juga tinggal di Kalibata City, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2013).

Tamara mengaku mengenal Holly selama 4,5 tahun. Hubungan mereka cukup dekat. Bahkan, Holly biasa mengenalkan teman-temannya kepadanya.

Namun, Tamara mengaku belum mengenal korban pria yang jatuh dari lantai 9 tersebut. Dia mencurigai pria tersebut karena tidak memiliki tanda pengenal.

Setahu Tamara, suami Holly yang ada di Australia akan datang. Kemungkinan untuk menjemput Holly untuk tinggal di "Negeri Kanguru" tersebut.

Holly juga memiliki seorang anak yang sudah dewasa. Namun, anaknya itu tidak tinggal bersamanya.

Unit yang ditinggali Holly kini sudah dipasang police line. Masih mengupayakan mendapat rekaman CCTV dari pengelola gedung.

Polisi juga belum mengetahui motif penggorokan dan loncatnya yang belum diketahui identitasnya itu dari lantai 9 tersebut. Hubungan antara keduanya juga masih diselidiki.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbucks yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Polisi Selidiki Kasus Pegawai Starbucks yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Pabrik Ditutup Sementara karena Covid-19, Unilever Bantah Rumahkan 800 Karyawan

Megapolitan
Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

Megapolitan
Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

Megapolitan
Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

Megapolitan
Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

Megapolitan
19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

Megapolitan
Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

Megapolitan
265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

Megapolitan
KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

Megapolitan
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

Megapolitan
Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

Megapolitan
KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X