Pengendara Motor Kini Bermodal Pentil Cadangan

Kompas.com - 02/10/2013, 08:58 WIB
Petugas Sudinhub Jakarta Timur mencabut pentil motor yang parkir di bahu jalan di depan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (23/9/2013). Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di kawasan Jatinegara. KOMPAS.COM/RATIH WINANTI RAHAYUPetugas Sudinhub Jakarta Timur mencabut pentil motor yang parkir di bahu jalan di depan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (23/9/2013). Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di kawasan Jatinegara.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Penertiban pada kendaraan yang parkir sembarangan terus dilakukan. Meski, petugas mengetahui pengendara motor kini bermodal pentil.

Menurut Wakil Camat Setiabudi Djohari, tim penertiban menemukan fakta tersebut di lapangan. Setelah digembosi, para pengendara motor tidak kapok parkir di sembarang tempat.

"Jadi, begitu tahu ban gembos, mereka dorong saja ke tukang tambal ban, pasang pentil, isi angin, dan jalan lagi,” katanya saat melakukan penertiban parkir liar di Jalan Setia Budi Raya, Selasa (1/10/2013).

Meski begitu, penertiban parkir liar terus dilakukan. Di Jakarta Selatan, pada Selasa (1/10) kemarin, penertiban difokuskan di Jalan Setiabudi Raya, Jalan Sudirman, Jalan Prof Dr Satrio (Casablanka), dan Jalan Denpasar, termasuk di belakang Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Penertiban dilakukan Kepala Suku Dinas Perhubungan Jaksel Arifin dan jajarannya, Wakil Camat Setiabudi Djohari, dan satpol PP serta didukung Polsek Metro Setiabudi dan Koramil.

"Kami tertibkan mobil dan sepeda motor dari gedung pemerintah yang parkir liar di jalanan. Semua dicabut pentilnya," kata Djohari.

"Alasan parkir di jalan karena kalau di dalam gedung sewanya mahal sampai Rp 180.000 per bulan. Ini mungkin bisa jadi masukan buat pengelola parkir gedung. Di kawasan ini banyak lahan parkir resmi yang kosong yang bisa menampung mobil dan sepeda motor," tutur dia lagi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut warga setempat, Ahmad Tohiron, kendaraan yang parkir liar bisa menghalangi ambulans dan mobil pemadam. Hal itu juga mengganggu pejalan kaki. (NEL)



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Selidiki Asal Senjata Api yang Digunakan Pelaku buat Tembak Pria di Tangerang

Polisi Selidiki Asal Senjata Api yang Digunakan Pelaku buat Tembak Pria di Tangerang

Megapolitan
Tetap Gelar Rapat Paripurna Interpelasi Formula E walau Tak Kuorum, Ini Kata Ketua DPRD DKI

Tetap Gelar Rapat Paripurna Interpelasi Formula E walau Tak Kuorum, Ini Kata Ketua DPRD DKI

Megapolitan
Badan Kehormatan Belum Berencana Panggil Ketua DPRD DKI atas Dugaan Menyalahi Tatib

Badan Kehormatan Belum Berencana Panggil Ketua DPRD DKI atas Dugaan Menyalahi Tatib

Megapolitan
Wajah Baru TIM Terinsipirasi Lirik Lagu 'Rayuan Pulau Kelapa'

Wajah Baru TIM Terinsipirasi Lirik Lagu "Rayuan Pulau Kelapa"

Megapolitan
Dinsos Kota Bekasi Amankan 300 Gelandangan dan Pengemis Sepanjang 2021

Dinsos Kota Bekasi Amankan 300 Gelandangan dan Pengemis Sepanjang 2021

Megapolitan
Penembak Paranormal di Tangerang Disuruh Pengusaha Angkutan Umum yang Dendam, Dapat Upah Rp 50 Juta

Penembak Paranormal di Tangerang Disuruh Pengusaha Angkutan Umum yang Dendam, Dapat Upah Rp 50 Juta

Megapolitan
Tidak Mau Kalah dari Bogor, Pemkot Bekasi Akan Terapkan PeduliLindungi di Pasar Tradisional

Tidak Mau Kalah dari Bogor, Pemkot Bekasi Akan Terapkan PeduliLindungi di Pasar Tradisional

Megapolitan
PTM Terbatas SDN 06 Beji Depok Belum Ada Kendala, Siswa Patuh Prokes

PTM Terbatas SDN 06 Beji Depok Belum Ada Kendala, Siswa Patuh Prokes

Megapolitan
Jurnalis Warta Kota Diintimidasi Saat Meliput Kegiatan di TPS Liar di Kota Tangerang

Jurnalis Warta Kota Diintimidasi Saat Meliput Kegiatan di TPS Liar di Kota Tangerang

Megapolitan
Cegah Banjir, Pemkot Depok Normalisasi Sejumlah Situ

Cegah Banjir, Pemkot Depok Normalisasi Sejumlah Situ

Megapolitan
Gelar Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI Resmi Dilaporkan ke Badan Kehormatan

Gelar Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI Resmi Dilaporkan ke Badan Kehormatan

Megapolitan
Masih Buron, Satu Anggota Komplotan Penembak Paranormal di Tangerang Diminta Serahkan Diri

Masih Buron, Satu Anggota Komplotan Penembak Paranormal di Tangerang Diminta Serahkan Diri

Megapolitan
Sekretariat Dewan DPRD DKI Belum Terima Usulan PAW Viani Limardi

Sekretariat Dewan DPRD DKI Belum Terima Usulan PAW Viani Limardi

Megapolitan
Disebut Gelembungkan Dana Reses oleh PSI, Viani Limardi: Fitnah yang Sangat Busuk

Disebut Gelembungkan Dana Reses oleh PSI, Viani Limardi: Fitnah yang Sangat Busuk

Megapolitan
Penembakan Pria di Tangerang, Inisiator Pelaku Dendam Istrinya Selingkuh dengan Korban

Penembakan Pria di Tangerang, Inisiator Pelaku Dendam Istrinya Selingkuh dengan Korban

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.