Basuki Tak Izinkan jika Gedung Kedubes Inggris Dijadikan Mal

Kompas.com - 02/10/2013, 17:03 WIB
Inilah portal di depan Kedubes Inggris di Jalan Moh Yamin 61 Menteng, yang diprotes oleh warga setempat. Foto diambil Jumat (6/5/2011). Nurul HidayatInilah portal di depan Kedubes Inggris di Jalan Moh Yamin 61 Menteng, yang diprotes oleh warga setempat. Foto diambil Jumat (6/5/2011).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemprov DKI Jakarta berharap mendapatkan lahan bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Jakarta. Jika pihak swasta yang mendapatkan lahan tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan tidak akan memberikan izin untuk pembangunan apartemen atau mal.

Basuki mengatakan ingin menjadikan lahan yang telah ditinggalkan Kedubes Inggris itu sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Sementara jika jatuh ke tangan swasta, dia memperkirakan lahan itu  akan dibangun bangunan komersial seperti apartemen atau mal, mengingat lokasinya yang strategis.

Hal itu, kata Basuki, akan menambah kemacetan di kawasan Bundaran HI yang memang menjadi titik strategis Ibu Kota.

"Di Jakarta logika saja, kalau dia jual sama orang mau bikin apartemen, kita tolak juga," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (2/10/2013).

Kecuali, lanjut Basuki, pembangun apartemennya tidak memakai fasilitas parkir. Ia mencontohkan sebuah menara di London yang memang tidak menyediakan lahan parkir.

"Sekarang bayangin kalau bangun apartemen ada mal di tengah juga lagi, tambah macet. Di situ cocok justru PKL, taman, dan segala macem," ujarnya.

Basuki berharap lahan bekas Kedubes Inggris dapat diberikan gratis untuk dijadikan taman atau ruang hijau sehingga bisa dijadikan tempat rekreasi. Meski demikian, dia juga menyatakan kesediaan Pemprov DKI apabila ditawarkan untuk membeli lahan tersebut.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Transjakarta Akui Keluar Jalur Saat Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Bajaj

Sopir Transjakarta Akui Keluar Jalur Saat Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Bajaj

Megapolitan
Anies Sebut 25 Juta Warga Berusaha Turunkan Penularan Covid-19, Berharap Tak Sia-sia

Anies Sebut 25 Juta Warga Berusaha Turunkan Penularan Covid-19, Berharap Tak Sia-sia

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Saat Lebaran 2020 Jadi yang Terbaik sejak 5 Tahun Terakhir

Kualitas Udara Jakarta Saat Lebaran 2020 Jadi yang Terbaik sejak 5 Tahun Terakhir

Megapolitan
Anies: Hampir 60 Persen Warga Jakarta Tak Berpergian Selama PSBB

Anies: Hampir 60 Persen Warga Jakarta Tak Berpergian Selama PSBB

Megapolitan
Warga Masuk Jakarta Harus Kantongi Izin, Anies: Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Warga Masuk Jakarta Harus Kantongi Izin, Anies: Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19

Megapolitan
Anies: Mereka yang Tak Punya SIKM Tak Diizinkan Masuk Jakarta

Anies: Mereka yang Tak Punya SIKM Tak Diizinkan Masuk Jakarta

Megapolitan
Anies: Jakarta Hadapi Gelombang Kedua Covid-19 bila Kita Mulai Bebas Bepergian

Anies: Jakarta Hadapi Gelombang Kedua Covid-19 bila Kita Mulai Bebas Bepergian

Megapolitan
37.642 Pengendara Tercatat Mencoba Keluar Jadetabek Selama PSBB

37.642 Pengendara Tercatat Mencoba Keluar Jadetabek Selama PSBB

Megapolitan
Sudah Dua Hari Satpol PP Halau PKL yang Berdagang di Kota Tua

Sudah Dua Hari Satpol PP Halau PKL yang Berdagang di Kota Tua

Megapolitan
53 Persen Penghuni Rutan di Depok Dapat Remisi Idul Fitri

53 Persen Penghuni Rutan di Depok Dapat Remisi Idul Fitri

Megapolitan
Rem Blong, Bajaj Tabrak Bus Transjakarta, 1 Penumpang Tewas

Rem Blong, Bajaj Tabrak Bus Transjakarta, 1 Penumpang Tewas

Megapolitan
PSBB Bogor, Depok, Bekasi untuk Sementara Diperpanjang sampai 29 Mei, Sesuai PSBB Jabar

PSBB Bogor, Depok, Bekasi untuk Sementara Diperpanjang sampai 29 Mei, Sesuai PSBB Jabar

Megapolitan
275 Pengendara Tercatat Langgar PSBB pada Hari Lebaran

275 Pengendara Tercatat Langgar PSBB pada Hari Lebaran

Megapolitan
PSBB Depok Diperpanjang 3 Hari

PSBB Depok Diperpanjang 3 Hari

Megapolitan
Hari Pertama Lebaran, 2.727 Kendaraan Mencoba Keluar Jadetabek

Hari Pertama Lebaran, 2.727 Kendaraan Mencoba Keluar Jadetabek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X