DTKJ: Setelah Razia Cabut Pentil, Juru Parkir Harus Dibidik

Kompas.com - 02/10/2013, 22:14 WIB
Penertiban kembali di lakukan di Pasar Minggu oleh Pemerintah setempat, Polsek Pasar Minggu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan. Dilakukan operasi cabut pentil dan pengangkutan kendaraan untuk memberi efek jera pada pemarkir dan tukang ojek di sekitar Pasar Minggu di Jalan Raya Ragunan,Jakarta,Senin (23/9/2013) KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPenertiban kembali di lakukan di Pasar Minggu oleh Pemerintah setempat, Polsek Pasar Minggu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan. Dilakukan operasi cabut pentil dan pengangkutan kendaraan untuk memberi efek jera pada pemarkir dan tukang ojek di sekitar Pasar Minggu di Jalan Raya Ragunan,Jakarta,Senin (23/9/2013)
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk menertibkan parkir liar dengan cara mencabut pentil ban kendaraan.

Cara tersebut dinilai efektif karena titik-titik yang sebelumnya dipadati kendaraan yang parkir sembarang mulai lengang. "Tadi saya ikut keliling dengan Dinas Perhubungan DKI dari Jakarta Pusat hingga Jakarta Timur, sulit temui adanya parkir liar. Mungkin masyarakat juga sudah jera," kata Tigor saat dihubungi wartawan, Rabu (2/10/2013).

Tigor menambahkan, untuk lebih memaksimalkan penertiban parkir liar ini, selain konsisten menindak dengan mencabut pentil ban, petugas juga harus menindak para juru parkir.

Selama ini, lanjut Tigor, para pengendara diarahkan untuk parkir di bahu jalan oleh juru parkir yang mengenakan seragam. "Seharusnya itu bisa menjadi dasar kuat pihak kepolisian untuk menindak juru parkir karena telah memeras dan memalsukan identitas dengan mengenakan seragam. Mulai besok, juru parkirnya juga ditindak. Ada mekanisme menindak juru parkir karena telah melakukan tindak pidana. Dishub kerja sama dengan kepolisian untuk mengamankan juru parkir," ujarnya.


Selain itu, terobosan menindak kendaraan yang parkir liar dengan mencabut pentil ban sudah sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Perda Nomor 12 Tahun 2013 tentang Transportasi Jakarta.

Dalam Perda itu disebutkan, penegakan kendaraan yang parkir di badan jalan dapat dilakukan dengan memindahkan kendaraan atau menggembok. "Prinsipnya sama karena pentil bagian dari kendaraan. Yang parkir liar itu kan belanja atau kegiatan lainnya, kalau menilang petugas tunggu sampai sore belum tentu pemilik datangi kendaraannya, lama. Sementara untuk memindahkan motor atau mobil menyita tenaga. Jadi, dipindahkan pentilnya dulu," terang Tigor.

Menurut Tigor, penertiban parkir liar dapat mengatasi faktor kemacetan lainnya, yakni pedagang kaki lima (PKL). Dikatakan, PKL akan muncul dan menjamur jika ada parkir liar dan kemacetan.

"Logikanya jika jalan lancar tidak ada PKL yang muncul kalau ada parkir liar dan kemacetan. Jadi, penertiban parkir liar dan angkutan yang ngetem ini sudah bagus," tegasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

Megapolitan
Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Megapolitan
Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Megapolitan
Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Megapolitan
Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Megapolitan
Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Megapolitan
Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Megapolitan
Camat Pastikan Bantuan Logistik Korban Banjir Kebon Pala Aman

Camat Pastikan Bantuan Logistik Korban Banjir Kebon Pala Aman

Megapolitan
Aetra Pastikan Gangguan Air Bersih 4 Kelurahan di Jakarta Timur Kembali Normal Minggu

Aetra Pastikan Gangguan Air Bersih 4 Kelurahan di Jakarta Timur Kembali Normal Minggu

Megapolitan
Wartawan Gadungan yang Ditangkap Satpol PP Tangerang Kabur Saat Hendak Diserahkan ke Polisi

Wartawan Gadungan yang Ditangkap Satpol PP Tangerang Kabur Saat Hendak Diserahkan ke Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X