Wanita Diperkosa di Monas, Jokowi Pertanyakan Petugas Satpol PP

Kompas.com - 03/10/2013, 18:12 WIB
Warga memanfaatkan hari libur dengan berwisata ke Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (25/12/2012). Monas masih menjadi alternatif wisata, selain tiket masuknya murah, warga juga bisa mengajak keluarga berwisata edukasi. WARTA KOTA/ANGGA BN Warga memanfaatkan hari libur dengan berwisata ke Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (25/12/2012). Monas masih menjadi alternatif wisata, selain tiket masuknya murah, warga juga bisa mengajak keluarga berwisata edukasi.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mempertanyakan keberadaan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, hingga terjadi kasus pemerkosaan di dalam area Monas.

"Loh, kan di situ ada Satpol PP-nya. Pertanyaannya kan, mereka di mana?" ujar Jokowi di sela-sela kunjungan ke Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (3/10/2013) sore.

Secara terpisah, Kepala Satpol PP DKI Kukuh Hadi Santoso mengaku belum mendapat laporan terkait kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh oknum TNI itu. Ia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta itu fokus menangani kebakaran di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kendati demikian, ia menampik jika kawasan Monas luput dari kehadiran personelnya. Menurutnya, setiap hari, ada 70 personel yang dibagi menjadi dua shift dan ditempatkan di empat pintu masuk serta tersebar di dalam Monas. Mereka berjaga 24 jam.

"Tapi aneh ya, bagaimana mungkin bisa diperkosa di Monas, wong jam 23.00 WIB saja Monas masih ramai kok. Masak korban tidak teriak," ujar Kukuh.

Untuk memastikan kasus tersebut, Kukuh akan mengonfirmasi kepada aparat kepolisian. Setelah menerima laporan kronologi kejadian, dia akan menentukan langkah kebijakan selanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum anggota TNI diduga melakukan pemerkosaan atas wanita berinisial MY di sekitar air mancur dalam area Monas pada Minggu (29/9/2013) jelang tengah malam. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan, Kamis (3/10/2013), mengatakan, pelaku telah ditangkap. Namun, polisi belum mengungkap identitas pria tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Megapolitan
Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Megapolitan
Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Megapolitan
Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Megapolitan
Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Megapolitan
Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Megapolitan
Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Megapolitan
Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Megapolitan
Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Megapolitan
Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apa Pun

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apa Pun

Megapolitan
Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Megapolitan
F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

Megapolitan
Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Monyet Liar Masuk Kawasan Perumahan Puspitek Tangsel, Warga Resah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X