Basuki Minta Satu Petugas Satpol PP Pantau 20 Titik di Monas

Kompas.com - 04/10/2013, 11:15 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta memimpin jalannya Upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman parkir Monas, Jakarta. Selasa (1/10/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusWakil Gubernur DKI Jakarta memimpin jalannya Upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman parkir Monas, Jakarta. Selasa (1/10/2013).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta petugas Satuan Polisi Pamong Praja meningkatkan pengawasan ketat di setiap sudut Monumen Nasional. Hal ini dilakukan setelah ada laporan pemerkosaan yang menimpa seorang wanita di sekitar air mancur Monas pada Minggu (29/9/2013).

Basuki mengatakan, setiap petugas Satpol PP diminta mengawasi lebih dari satu titik di kawasan Monas. Hal itu dilakukan agar kejadian kriminal tidak terulang lagi di sana.

"Harusnya 20 titik di Monas itu dipelototin satu orang (Satpol PP) sama CCTV," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Menurut Basuki, pengawasan sebanyak itu bisa dilakukan dengan cara berpatroli. Tanpa patroli, kata Basuki, pemantauan keamanan di Monas tidak dapat dilakukan maksimal karena jumlah personel Satpol PP terbatas.

"Kalau kita pelototin 20 titik, tiga shift saja enam orang, mana cukup enam orang," ujar Basuki.

Basuki meminta Satpol PP bekerja sama dengan polisi untuk mengecek lebih lanjut dugaan pemerkosaan terhadap wanita berinisial MY pada Minggu lalu. Basuki mengaku heran karena pada saat kejadian tidak ada petugas Satpol PP yang berjaga.

"Kita lagi selidikin masalahnya apa. Kok orang sampai bisa nipu masuk pakai ruangan kita. Nah, kita mau tahu kok enggak ada yang jaga di ruangan kita," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan pengakuan korban, pemerkosaan itu diduga dilakukan oleh seorang oknum anggota TNI. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan, Kamis (3/10/2013), mengatakan, pelaku telah ditangkap. Namun, polisi belum mengungkap identitas pria tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Dua Buaya Peliharaan di Kemayoran Diamankan, Pemiliknya Menangis Saat Evakuasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Baru 51,3 Persen dari Target

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Taman Margasatwa Ragunan Dibuka, Pengelola Terapkan Screening Berlapis Lewat Aplikasi PeduliLindungi

Megapolitan
Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Hendak Selundupkan Sabu di Pesawat, Seorang Pria di Kota Tangerang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Ajak Kerja Sama Antardaerah, Anies: Indonesia Terlalu Besar untuk Bekerja Sendiri-sendiri

Megapolitan
UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

UPDATE 21 Oktober: Bertambah 7 Kasus Baru Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

TransJakarta Buka Kembali Empat Rute Layanan

Megapolitan
Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Sebelum Ditangkap, Tiga Pengedar di Bekasi Sudah Jual 60 Kilogram Ganja

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Pemprov DKI Kirim Surat ke Kedubes RI di Turki Terkait Rencana Penamaan Jalan Ataturk

Megapolitan
Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Memasuki Musim Hujan, PUPR Kota Tangerang Normalisasi Drainase hingga Sungai

Megapolitan
Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Antisipasi Banjir di Kemang, Kelurahan Bangka Pastikan Pompa Air Berfungsi Baik

Megapolitan
Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Pemprov DKI: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19, Bukan Berdamai

Megapolitan
Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Banting Mahasiswa hingga Kejang, Brigadir NP Dimutasi jadi Bintara Tanpa Jabatan

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Hanya 15.000 Orang yang Bisa Masuk

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Bocah 13 Tahun Diduga Diperkosa Berkali-kali hingga Hamil Dua Bulan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.