Kompas.com - 04/10/2013, 15:02 WIB
Sepasang ondel-ondel raksasa yang hadir di kawasan Tugu Monas, Jakarta, Minggu (18/8/2013) untuk memeriahkan Monas Jakarta Carnaval 2013 Alsadad RudiSepasang ondel-ondel raksasa yang hadir di kawasan Tugu Monas, Jakarta, Minggu (18/8/2013) untuk memeriahkan Monas Jakarta Carnaval 2013
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monas Rini Hariyani dan Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah saling melempar tanggung jawab soal kewenangan pengamanan di Monas. Hal ini terkait kasus dugaan perkosaan yang menimpa wanita berinisial MY di area Monas.

Direktur UPT Monas Rini Hariyani mengatakan, pengamanan di Monas bukan wewenang pihaknya, melainkan wewenang Wali Kota Jakarta Pusat. "Oh, itu bukan kewenangan UPT, tapi Wali Kota Jakarta Pusat," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (4/10/2013) siang.

Rini tak berkata banyak. Dia langsung memutuskan sambungan telepon. Ketika dikonfirmasi wartawan, Wali Kota Jakarta Pusat Safullah juga menampik pihaknya bertanggung jawab atas pengamanan di Monas. Ia malah berbalik menunjuk UPT Monas yang memegang wewenang soal hal tersebut.

"Itu tanggung jawab UPT Monas. Kan sudah ada Pergub Nomor 214 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pengamanan Taman Monas yang disahkan pada 12 Desember 2012 yang lalu," ujar Saefullah.

Saefullah melanjutkan, berdasarkan Pergub itu, seluruh hal yang ada di kawasan Monas, mulai dari mekanisme masuknya pengunjung, taman, jalan, pengelolaan pedagang, dan lain-lain diurus oleh UPT Monas. Namun, jika membutuhkan bantuan, maka UPT dapat meminta bantuan kepada dinas-dinas terkait.

"Misalnya soal keamanan, kalau keteteran, bisa minta bantuan ke Satpol PP, gitu," ucapnya.

Seorang oknum anggota TNI diduga melakukan pemerkosaan atas wanita berinisial MY di sekitar Monas di Jakarta Pusat pada Minggu (29/9/2013), jelang tengah malam. Pelaku diketahui telah ditangkap. Namun, kepolisian belum merilis identitas pria tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Ganjil Genap Tempat Wisata, Pengendara Boleh Turunkan Pengunjung di Akses Menuju Pintu Masuk

Megapolitan
Hari Pertama Diberlakukan, Masih Banyak Warga Belum Tahu Ada Ganjil Genap di Tempat Wisata

Hari Pertama Diberlakukan, Masih Banyak Warga Belum Tahu Ada Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Polisi Tindak Pengendara dengan Knalpot Bising Saat 'Crowd Free Night'

Polisi Tindak Pengendara dengan Knalpot Bising Saat "Crowd Free Night"

Megapolitan
Pemprov DKI Susun Grand Design Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Pemprov DKI Susun Grand Design Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Megapolitan
Polisi Tilang 314 Kendaraan dalam Crowd Free Night Semalam

Polisi Tilang 314 Kendaraan dalam Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.