Sedia Ratusan Pentil, Juru Parkir Liar Tak Takut Petugas Dishub

Kompas.com - 04/10/2013, 16:26 WIB
Parkir Liar Masih Ada

 Puluhan motor masih memarkirkan kendaraannya di lahan trotoar jalan Kebon Kacang di depan pusat perbelanjaan Thamrin City.Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh Ummi Hadyah SalehParkir Liar Masih Ada Puluhan motor masih memarkirkan kendaraannya di lahan trotoar jalan Kebon Kacang di depan pusat perbelanjaan Thamrin City.Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru parkir liar tidak merasa terganggu atau takut dengan adanya operasi cabut pentil pada kendaraan yang parkir liar. Ratusan pentil cadangan ada di tangan.

Semisal di kawasan Jalan Kebon Kacang, tepatnya di depan Thamrin City. Juru parkir terlihat menjaga motor-motor yang terparkir di trotoar.

"Saya enggak takut, saya sudah siapkan pentil jika ada motor-motor yang diparkirkan di sini digembosi petugas Dishub," ujar seorang juru parkir yang enggan menyebutkan namanya, saat berbincang dengan Kompas.com, di Kebon Kacang, Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Tidak hanya itu, mereka mengaku tak jera jika petugas mendatangi lahan parkirnya setiap hari. Mereka menganggap operasi yang dilakukan petugas Dishub hanya menggertak petugas parkir liar.

"Mereka hanya formalitas saja, yang dicabut pentilnya cuma 10 sepuluh motor, padahal ada ratusan motor di sini," jelas pria berkulit sawo matang itu.

Dia juga mengaku tak takut jika mendapat sanksi dari petugas Dishub. "Saya enggak takut sama mereka, saya pernah masuk Polsek, tetapi sorenya sudah dibebaskan lagi," pungkasnya.

Menurut pantauan Kompas.com, beberapa wilayah di Jakarta Pusat, seperti di Jalan Wahid Hasyim dan Tanah Abang, sudah tidak terlihat parkir liar di badan jalan. Hanya beberapa yang terlihat di kawasan Kebon Sirih.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan

Megapolitan
Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek

Megapolitan
Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Masjid Lautze Jadi Simbol Toleransi Kawasan Pecinan di Sawah Besar

Megapolitan
Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Menelusuri Arti Nama Glodok, Kawasan Pecinan di Jakarta

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X