Pengemis Berpenghasilan Rp 3,5 Juta Tolak Tinggal di Panti Jompo

Kompas.com - 05/10/2013, 08:07 WIB
Pengemis menunggu pemberian hingga ke tengah jalan demi mendapatkan sedekah dari pengendara yang melintas di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/8/2012). Lebaran juga menjadi momentum berbagi bersama warga miskin dengan memberikan zakat.  KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Pengemis menunggu pemberian hingga ke tengah jalan demi mendapatkan sedekah dari pengendara yang melintas di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/8/2012). Lebaran juga menjadi momentum berbagi bersama warga miskin dengan memberikan zakat.
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Enot (71), seorang pengemis yang mengantongi Rp 3,56 juta dari hasil mengemis selama 10 hari, mengaku tak betah di panti sosial dan ingin kembali ke jalan. Perempuan tua ini terjaring razia penyakit masyarakat Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan pada 27 September 2013 lalu dan dititipkan di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 2 di Jalan Raya Bina Marga, Cipayung, Jakarta Timur.

"Walaupun diperlakukan baik di panti, saya lebih senang di jalan walaupun hidup susah," kata Enot, Jumat (4/10/2013). Selama di perjalanan menuju PSBI, dia juga takut dengan nasihat-nasihat yang diberikan oleh petugas. Ia takut dipindahkan ke Panti Werdha (panti jompo). Menurutnya, walaupun diberi tempat tinggal, baju, dan makanan yang layak oleh panti, ia lebih senang kembali mengemis. Saat mengemis, Enot biasanya tidur di depan rumah toko, halte, dan tempat lain di Warung Buncit serta Mampang, Jakarta Selatan.

Dia mengaku, ketika tinggal di panti, ia merasa tidak bebas bepergian ke mana-mana seperti biasanya. Enot yang sebatang kara di Jakarta mengaku sudah mengemis sejak hijrah ke Jakarta beberapa tahun lalu. Dengan bermodalkan kain lusuh, karung (tempat duduk), gelas plastik, dan wajah memelas, ia dapat memperoleh penghasilan antara Rp 100.000-Rp 200.000 per hari.

Enot ditangkap dalam penertiban yang dilakukan pada Jumat (27/9/2013) pekan lalu. Saat diamankan, Enot menyimpan uang Rp 3,56 juta. Dalam penertiban pada hari tersebut, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan juga menciduk 19 pengemis di sejumlah tempat. Pada Sabtu (28/9/2013), diringkus lagi lima pengemis di tempat berbeda.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab,  Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab, Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

Megapolitan
UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

Megapolitan
Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Megapolitan
KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

Megapolitan
Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Megapolitan
UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Megapolitan
Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Megapolitan
Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Megapolitan
Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Megapolitan
Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Megapolitan
Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X