Kompas.com - 07/10/2013, 16:58 WIB
Penertiban kembali di lakukan di Pasar Minggu oleh Pemerintah setempat, Polsek Pasar Minggu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan. Dilakukan operasi cabut pentil dan pengangkutan kendaraan untuk memberi efek jera pada pemarkir dan tukang ojek di sekitar Pasar Minggu di Jalan Raya Ragunan,Jakarta,Senin (23/9/2013) KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPenertiban kembali di lakukan di Pasar Minggu oleh Pemerintah setempat, Polsek Pasar Minggu, Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan. Dilakukan operasi cabut pentil dan pengangkutan kendaraan untuk memberi efek jera pada pemarkir dan tukang ojek di sekitar Pasar Minggu di Jalan Raya Ragunan,Jakarta,Senin (23/9/2013)
Penulis Dani Prabowo
|
EditorEko Hendrawan Sofyan


JAKARTA, KOMPAS.com — Operasi cabut pentil terhadap pengendara yang parkir di sembarang tempat terus digalakkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Hal tersebut dilakukan tak terkecuali di kawasan Trunojoyo dan Raden Patah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, di dua wilayah tersebut terdapat kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Kombes Agus Rianto tidak menampik jika di sepanjang jalan yang berada sekitar kantornya kerap digunakan sebagai tempat parkir. Tidak sedikit pegawai Mabes Polri ataupun tamu yang bertandang ke Mabes Polri memarkirkan kendaraannya di sekitar lokasi tersebut.

Agus mengatakan, Polri sebenarnya telah memperingatkan para anggotanya untuk memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang telah tersedia. Namun, areal parkir yang ada tidak dapat menampung semua kendaraan yang akan diparkir di dalam areal perkantoran Mabes Polri.

"Dalam artian bahwa (parkir liar terjadi) pada lokasi-lokasi tertentu yang memang tidak memungkinkan untuk memarkirkan kendaraan tidak disimpan di tempat tersebut. Sementara itu, kita memang mengharapkan (ketersediaan), terutama di Mabes Polri ini, dengan jumlah personel yang besar dan areal parkir yang terbatas," kata Agus di Mabes Polri, Senin (7/10/2013).

Kendati demikian, Agus mengatakan, Polri tetap mendukung kebijakan positif yang telah diambil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menertibkan parkir liar.

Pihak dari Mabes Polri masih mencari solusi untuk mengurangi persoalan parkir liar yang terdapat di sekitar wilayahnya. "Seperti apa, apakah kita menyiapkan lahan parkir baru atau tidak, dan nanti kita akan cek atas keluhan tadi," ujarnya.

Sebelumnya, dalam penertiban hari ini, Sudin Perhubungan Jakarta Selatan menjaring 170 mobil dan 280 sepeda motor. Kendaraan itu ada yang ditilang, ada pula yang digembosi.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Arifin HM mengatakan, petugasnya akan melakukan koordinasi dengan Satpol PP untuk mengangkat kendaraan jika pemilik masih juga memarkirkan kendaraannya secara sembarangan. Mobil akan diderek, sedangkan sepeda motor akan diangkut ke Mapolda Metro Jaya.

Menurut Arifin, kegiatan penertiban ini sudah dilakukan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Setiabudi, Pasar Minggu, dan Kebayoran Baru.

Ia mengklaim bahwa 40 persen kasus parkir liar telah berkurang sejak penertiban dilakukan. Untuk itu, penertiban serupa akan dilakukan terus di Jakarta Selatan, termasuk dengan menangkap juru parkir liar di setiap lokasi.

Personel yang diterjunkan pada penertiban kali ini terdiri dari 20 petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, 15 anggota Satpol PP, 10 anggota Kepolisian, 10 anggota Garnisun, dan 5 orang dari Koramil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Megapolitan
Dirut Jakpro Sebut Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tak Gagal tapi Diulang

Dirut Jakpro Sebut Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tak Gagal tapi Diulang

Megapolitan
Beberapa Pengeroyok Kakek 89 Tahun di Cakung Belum Tertangkap, Polisi Pegang Data Kendaraan

Beberapa Pengeroyok Kakek 89 Tahun di Cakung Belum Tertangkap, Polisi Pegang Data Kendaraan

Megapolitan
Rumah Jaelani di Pegangsaan Dua Jadi Pilot Project 'Bedah Rumah' oleh Polsek Wilayah Jakarta Utara

Rumah Jaelani di Pegangsaan Dua Jadi Pilot Project "Bedah Rumah" oleh Polsek Wilayah Jakarta Utara

Megapolitan
Dua Siswanya Terpapar Covid-19, SMPN 77 Cempaka Putih Tetap PTM

Dua Siswanya Terpapar Covid-19, SMPN 77 Cempaka Putih Tetap PTM

Megapolitan
18 Sekolah di 4 Kecamatan Jakpus Ditutup Sementara akibat Siswa Positif Covid-19

18 Sekolah di 4 Kecamatan Jakpus Ditutup Sementara akibat Siswa Positif Covid-19

Megapolitan
Formula E Gagal Tender dan Belum Dapat Sponsor, Pemprov DKI Diminta Terbuka

Formula E Gagal Tender dan Belum Dapat Sponsor, Pemprov DKI Diminta Terbuka

Megapolitan
Makam Terduga Korban Pembunuhan oleh Temannya Sendiri di Jatiwaringin Dibongkar untuk Keperluan Otopsi

Makam Terduga Korban Pembunuhan oleh Temannya Sendiri di Jatiwaringin Dibongkar untuk Keperluan Otopsi

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas, Awalnya Serempetan dan Ada Provokasi Pemotor

Kronologi Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas, Awalnya Serempetan dan Ada Provokasi Pemotor

Megapolitan
Saat Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis dan RLC Mulai Dipenuhi Pasien

Saat Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis dan RLC Mulai Dipenuhi Pasien

Megapolitan
PPKM Level 2 Diperpanjang, Jakarta Tetap Bisa Gelar PTM 100 Persen

PPKM Level 2 Diperpanjang, Jakarta Tetap Bisa Gelar PTM 100 Persen

Megapolitan
Mediator Berhalangan Hadir, Sidang Mediasi Yusuf Mansur Kasus Tabung Tanah Ditunda

Mediator Berhalangan Hadir, Sidang Mediasi Yusuf Mansur Kasus Tabung Tanah Ditunda

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Akan Ditutup jika Ada Kondisi Ini...

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Akan Ditutup jika Ada Kondisi Ini...

Megapolitan
5 Orang yang Terlibat Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Ditetapkan sebagai Tersangka, Berikut Peran-perannya...

5 Orang yang Terlibat Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Ditetapkan sebagai Tersangka, Berikut Peran-perannya...

Megapolitan
Aturan WFO di Jakarta Selama PPKM Level 2, 25-31 Januari

Aturan WFO di Jakarta Selama PPKM Level 2, 25-31 Januari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.