Kompas.com - 09/10/2013, 08:08 WIB
Kemacetan lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (01/10/2012). Guburnur DKI Jakarta, Joko Widodo berencana mengatasi kemacetan Jakarta dengan menyiapkan infrastruktur MRT, monorel, busway, serta pajak parkir dan pajak beli mobil yang tinggi. KOMPAS IMAGES / KRISTIANTO PURNOMOKemacetan lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (01/10/2012). Guburnur DKI Jakarta, Joko Widodo berencana mengatasi kemacetan Jakarta dengan menyiapkan infrastruktur MRT, monorel, busway, serta pajak parkir dan pajak beli mobil yang tinggi.
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — 
Beberapa tahun ke depan, kemacetan arus lalu lintas dipastikan terjadi di lokasi proyek mass rapid transit dan monorel. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi dampak proyek. Warga diimbau memahami situasi itu.

Rekayasa lalu lintas dilakukan di lokasi pembangunan stasiun mass rapid transit (MRT) bawah tanah dan layang fase I (Lebak Bulus-Bundaran HI).

”Secara mikro, konsep penanganan kinerja jalan dan simpang sebagai dampak pembangunan MRT, antara lain, dengan melebarkan ruas jalan di sepanjang trase MRT dan ruas jalan alternatif pengalihan pada prakonstruksi dan saat konstruksi,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, Selasa (8/10).

Rekayasa berikutnya, menertibkan hambatan samping di sepanjang ruas jalan, memasang rambu peringatan dan informasi pengalihan, memperjelas markah jalan, menambah fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki, serta mengatur kembali lampu lalu lintas di simpang yang terkena dampak pembangunan MRT.

Menurut rencana, Dinas Perhubungan DKI bekerja sama dengan Polda Metro Jaya memberlakukan sistem satu arah di sejumlah ruas jalan. Misalnya, sistem satu arah di Jalan Lebak Bulus Raya, Jalan Taman Lebak Bulus, dan Jalan Adhiyaksa terkait pengalihan arus Jalan Lebak Bulus I yang terkena dampak pembangunan stasiun MRT Fatmawati dan depo Lebak Bulus.

Sistem satu arah juga akan diberlakukan di Jalan Gandaria, Jalan Barito, Jalan Kramat Pela, dan Jalan Kyai Ahmad Dahlan terkait pengalihan arus di Jalan Panglima Polim yang terdampak pembangunan stasiun MRT Blok M dan jalur MRT di Jalan Panglima Polim.

Dinas Perhubungan DKI juga akan menyederhanakan pergerakan di simpang Wijaya sampai simpang Trunojoyo, menghilangkan median cepat-lambat di Jalan Sisingamangaraja, mendesain ulang halte bus transjakarta Koridor I (Blok M-Kota), serta mengintegrasikan transjakarta Koridor I dan Koridor VIII (Harmoni-Lebak Bulus).

Patuhi rambu

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Direktur Teknik PT Jakarta Monorail Bovananto meminta warga mematuhi rambu yang dipasang petugas. Pelaksana proyek, kata Bovananto, selalu menginformasikan perkembangan proyek ke Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.

Ada sejumlah ruas yang perlu mendapat perhatian warga, di mana konstruksi monorel dibangun khusus. Ruas-ruas khusus yang dimaksud ada di Dukuh Atas hingga Gedung BNI 46. Konstruksi lintasan monorel di ruas ini ada di atas 12 lajur jalan. Konstruksi serupa dibangun di Karet, Palmerah, dan Gatot Subroto. Konstruksi di ruas-ruas tersebut akan menjadi ikon proyek monorel di Jakarta.

Proyek monorel akan bersinggungan dengan proyek MRT di sejumlah ruas. Di jalur green line, persinggungan proyek ini ada di Senayan dan Dukuh Atas. Sementara jalur blue line bersinggungan di Jalan Sudirman.

Halaman:
Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Datangi Rumah Duka Mertua SBY

Anies Datangi Rumah Duka Mertua SBY

Megapolitan
RS Hermina Depok Perkenalkan Aplikasi Emergency Button untuk Kondisi Gawat Darurat

RS Hermina Depok Perkenalkan Aplikasi Emergency Button untuk Kondisi Gawat Darurat

Megapolitan
LBH Masyarakat Akan Bertemu 9 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang yang Hendak Tuntut Pemerintah

LBH Masyarakat Akan Bertemu 9 Keluarga Napi Tewas di Lapas Tangerang yang Hendak Tuntut Pemerintah

Megapolitan
Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Wagub DKI: Tanda Pandemi di Jakarta Membaik

Anak Usia di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal, Wagub DKI: Tanda Pandemi di Jakarta Membaik

Megapolitan
Update 20 September: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta di Bawah 100

Update 20 September: Penambahan Kasus Covid-19 di Jakarta di Bawah 100

Megapolitan
UPDATE 20 September: Tambah 5 Kasus, 31 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 September: Tambah 5 Kasus, 31 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Antisipasi Tumbang, Pepohonan di Jalan Tekno Widya Serpong Bakal Dipangkas

Antisipasi Tumbang, Pepohonan di Jalan Tekno Widya Serpong Bakal Dipangkas

Megapolitan
Mobil Tercebur ke Saluran Air di Pulomas, Sopir Mengaku Mengantuk

Mobil Tercebur ke Saluran Air di Pulomas, Sopir Mengaku Mengantuk

Megapolitan
Anies Dipanggil KPK, Wagub DKI: Kami Yakin Tidak Terlibat Korupsi Tanah Munjul

Anies Dipanggil KPK, Wagub DKI: Kami Yakin Tidak Terlibat Korupsi Tanah Munjul

Megapolitan
Kejaksaan Tahan 3 Tersangka Korupsi Anak Usaha Jakarta Tourisindo

Kejaksaan Tahan 3 Tersangka Korupsi Anak Usaha Jakarta Tourisindo

Megapolitan
Ungkap Kasus Pria Gantung Diri Saat Live TikTok, Polisi Tunggu Hasil Uji Lab

Ungkap Kasus Pria Gantung Diri Saat Live TikTok, Polisi Tunggu Hasil Uji Lab

Megapolitan
Proyek Normalisasi Ciliwung di Cawang Akan Bebaskan 300 Bidang Tanah di 4 RW

Proyek Normalisasi Ciliwung di Cawang Akan Bebaskan 300 Bidang Tanah di 4 RW

Megapolitan
Daftar 60 SMP di Kota Tangerang yang Mulai Gelar Belajar Tatap Muka Hari Ini

Daftar 60 SMP di Kota Tangerang yang Mulai Gelar Belajar Tatap Muka Hari Ini

Megapolitan
Saat Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik: Ujung-ujungnya Dibongkar dan Satu Mangkrak

Saat Berbagai Tugu yang Dibangun Anies Tuai Polemik: Ujung-ujungnya Dibongkar dan Satu Mangkrak

Megapolitan
Anggota DPRD DKI: Anies Lakukan Penyalahgunaan Wewenang demi Formula E

Anggota DPRD DKI: Anies Lakukan Penyalahgunaan Wewenang demi Formula E

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.