Berkat GPS, Komplotan Pencuri Mobil Tertangkap

Kompas.com - 09/10/2013, 10:09 WIB
Tiga Pelaku sindikat pencurian mobil dengan pemberatan yang berhasil diringkus Polsek Penjaringan atas bantuan GPS di mobil. KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El Anshari Tiga Pelaku sindikat pencurian mobil dengan pemberatan yang berhasil diringkus Polsek Penjaringan atas bantuan GPS di mobil.
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAS.com
- Nasib trio Kar (37), Nar (38), dan Rus (28) kiranya pas dengan peribahasa sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh ke tanah juga. Sudah berulang sukses mencuri mobil, akhirnya tertangkap juga. Kali ini, komplotan ini "jatuh" karena posisinya terlacak perangkat global positioning system atau GPS.

"Episode suram" itu bermula pada Minggu (6/10) sore. Rus dan Kar, tim survei di kelompok pencuri itu, menyatakan situasi aman. Targetnya Kijang Innova bernomor polisi B 1723 UFJ warna hitam yang parkir di depan rumah Jenny (49) di Jalan TPI I Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Jenny mengunci dan meninggalkan mobilnya untuk belanja. Sepulang berbelanja pukul 19.40, ia terkejut mendapati mobilnya raib. Dia lantas melapor ke Polsek Metro Penjaringan.

"Para pelaku terekam CCTV (kamera pemantau) pos keamanan setempat. Mobil itu juga dilengkapi GPS sehingga bisa dilacak keberadaannya," kata Kepala Polsek Metro Penjaringan Ajun Komisaris Besar Suyudi Ario Seto, Selasa.

Bersama tersangka lain yang belum tertangkap, yakni Edo, Kar, Nar, dan Rus tak menduga mobil yang mereka curi dilengkapi GPS. Anggota reserse pun melacak pergerakan mobil dengan bantuan Jenny.

Empat jam setelah Jenny melaporkan kasus itu, para pelaku diketahui masih berada di DKI Jakarta. "Posisi mereka terpantau karena sistem mengirim koordinat. Kami menangkap ketiganya di daerah Pondok Kopi, Jakarta Timur," kata Suyudi.

Kar, Nar, dan Rus ditangkap saat berusaha menjual mobil hasil curian. Sementara Edo yang diduga menjadi otak pencurian kabur. "Saya hanya bantu memantau situasi, Edo yang mencuri. Saya tak tahu mobil dijual ke siapa, berapa harganya," kata Rus. Kar senada, "Saya tak tahu apa-apa Pak!"

Namun, kepada penyidik, tiga sekawan asal Indramayu, Jawa Barat, ini mengaku telah mencuri 10 mobil di wilayah Jakarta Utara selama setahun terakhir, 8 di Kecamatan Penjaringan, 1 di Kecamatan Koja, dan 1 lagi di Kecamatan Cilincing.

Incar isi mobil

Sementara itu, pelaku lain pada kasus berbeda yang tertangkap di Penjaringan mengaku hanya menyasar isi mobil. "Kami ambil bawaannya saja," kata AP (31), satu dari tiga pencuri yang tertangkap Polsek Metro Penjaringan, Rabu pekan lalu.

AP, warga Palembang, Sumatera Selatan, babak belur dikeroyok massa karena ketahuan mencongkel pintu mobil di parkiran Rumah Sakit Pluit Penjaringan. Tiga pelaku lain kabur, tetapi dua di antaranya, yakni AS (18) dan AHS (34), tertangkap polisi di rumah kontrakan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu malam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Megapolitan
Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Megapolitan
Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Megapolitan
4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

Megapolitan
Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Megapolitan
Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies 'Menjomblo'?

Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies "Menjomblo"?

Megapolitan
Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Megapolitan
Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Megapolitan
Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Megapolitan
5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Megapolitan
Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

Megapolitan
Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

Megapolitan
Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X