Kompas.com - 09/10/2013, 10:27 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Pangeran Antasari-Blok M sudah ada, kemacetan di kawasan itu belum teratasi. Kepala Satlantas Polrestro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Timin mengatakan, banyaknya jalan permukiman warga yang mengarah langsung ke Jalan Raya Pangeran Antasari memicu peningkatan tingkat kepadatan arus lalu lintas di jalan itu.

Oleh karena itu, pihaknya memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai kemacetan dan pengalihan arus lalu lintas. Dia mengakui, banyak putaran menjadi salah satu pemicu kemacetan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta untuk menutup secara permanen putaran di sejumlah ruas jalan di kawasan itu," ungkap Timin di Jakarta, Selasa (8/10/2013).

Dia menjelaskan, upaya itu tengah dalam kajian. Namun, dalam waktu dekat, menutup putaran secara permanen harus dilakukan.

Sementara itu, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Arifin HM menyebutkan, ada beberapa faktor penyebab kemacetan di beberapa titik Jalan Raya Pangeran Antasari. Salah satunya adalah luas ruas Jalan Raya Pangeran Antasari yang berkurang. Hal ini terjadi karena adanya JLNT.

"Sebelum ada JLNT, ruas Jalan Pangeran Antasari memiliki tiga lajur. Namun setelah ada JLNT, berubah menjadi dua lajur," ungkap Arifin kepada Warta Kota.

Hal lainnya, tambah Arifin, adalah jumlah kendaraan warga yang membeludak dan tidak tertibnya para pengendara motor dan mobil.

"Kami sudah menempatkan beberapa petugas di tiap persimpangan sepanjang Jalan Raya Antasari. Mereka disiagakan di sejumlah titik pada pagi hari, pukul 06.30-07.00 dan sore hari pada pukul 17.00-19.00," papar Arifin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.