Kereta Listrik Bekas Jepang Rp 900 Juta, PT INKA Rp 9 Miliar

Kompas.com - 10/10/2013, 09:41 WIB
Kereta commuter  melintasi Jembatan Rainbow di Tokyo, 4 September 2013. Tokyo berkompetisi dengan Madrid dan Istanbul untuk merebut tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga Olimpiade 2020. AP PHOTO / GREG BAKERKereta commuter melintasi Jembatan Rainbow di Tokyo, 4 September 2013. Tokyo berkompetisi dengan Madrid dan Istanbul untuk merebut tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga Olimpiade 2020.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki alasan kenapa mereka lebih memilih mendatangkan kereta listrik bekas dari Jepang daripada kereta buatan PT Industri Kereta Api (PT INKA), untuk layanan kereta rel listrik Jabodetabek.

Kepala Humas Daops I PT KAI Sukendar Mulya mengatakan, harga kereta listrik bekas dari Jepang jauh lebih murah, yaitu sekitar Rp 900 juta. Sementara itu, kereta buatan PT INKA sekitar Rp 9 miliar.

"Walaupun bekas, masih bagus. Sebelum dibawa ke sini, diperbaiki terlebih dahulu," kata Sukendar saat ditemui dalam acara peluncuran buku Jonan dan Evolusi Kereta Api di Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda, Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Dalam kesempatan yang sama, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan, pemerintah belum serius dalam memajukan transportasi publik. Dia berpendapat, PT INKA seharusnya diberi insentif agar kemudian harga jual kereta PT INKA terjangkau dan dapat digunakan oleh PT KAI.

Belum lagi, lanjut Agus, subsidi yang digelontorkan pemerintah dalam bentuk public service obligation (PSO) dalam layanan kereta api masih sangat kecil. "Yang saya tahu juga, KAI minta PSO ke pemerintah seperti pengemis," ujarnya.

Sebanyak 180 rangkaian kereta listrik bekas yang didatangkan dari Jepang akan tiba paling lambat pada akhir tahun ini. Sebanyak 180 rangkaian kereta listrik bekas tersebut merupakan rangkaian kereta tipe 205 yang dipesan dari East Japan Railway Company.

Jika sudah datang, maka kereta listrik itu akan menjadi tipe terbaru yang beroperasi di Indonesia, khususnya di Jabodetabek. Saat ini, tipe kereta listrik tipe paling baru yang dimiliki oleh PT KAI adalah tipe 203 yang didatangkan pada 2012, juga dari Jepang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dipanggil Polda Metro soal Acara Rizieq Shihab, Kadishub DKI: Izin Penutupan Jalan Wewenang Polisi

Dipanggil Polda Metro soal Acara Rizieq Shihab, Kadishub DKI: Izin Penutupan Jalan Wewenang Polisi

Megapolitan
Duduk di Ujung Balkon Apartemen, Seorang Perempuan Diduga Akan Bunuh Diri

Duduk di Ujung Balkon Apartemen, Seorang Perempuan Diduga Akan Bunuh Diri

Megapolitan
Kadishub DKI Pastikan Aturan Ganjil Genap Belum Diterapkan di Jakarta

Kadishub DKI Pastikan Aturan Ganjil Genap Belum Diterapkan di Jakarta

Megapolitan
Proyek LRT Rute Velodrome-Manggarai Diusulkan Diubah Jadi Velodrome-Klender, Ini Alasannya

Proyek LRT Rute Velodrome-Manggarai Diusulkan Diubah Jadi Velodrome-Klender, Ini Alasannya

Megapolitan
Hina Brimob Kacung China di Instagram, Tersangka Mengaku Cuma Iseng

Hina Brimob Kacung China di Instagram, Tersangka Mengaku Cuma Iseng

Megapolitan
Perwakilan FPI Sambangi Kodam Jaya, Mayjen Dudung: Silaturahim Saja

Perwakilan FPI Sambangi Kodam Jaya, Mayjen Dudung: Silaturahim Saja

Megapolitan
Satu Rumah di Kompleks Polri Ragunan Terbakar

Satu Rumah di Kompleks Polri Ragunan Terbakar

Megapolitan
Gerindra DKI: DPP Akan Jelaskan soal Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK

Gerindra DKI: DPP Akan Jelaskan soal Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK

Megapolitan
Riza Patria Berharap KPK Bisa Adil Tangani Kasus Edhy Prabowo

Riza Patria Berharap KPK Bisa Adil Tangani Kasus Edhy Prabowo

Megapolitan
Tabung Gas Meledak di Bekasi, Tiga Rumah Rusak dan Satu Orang Luka Bakar

Tabung Gas Meledak di Bekasi, Tiga Rumah Rusak dan Satu Orang Luka Bakar

Megapolitan
Lonjakan Pasien Covid-19 pada November, RSUD Depok Terisi 94 Persen, ICU Penuh

Lonjakan Pasien Covid-19 pada November, RSUD Depok Terisi 94 Persen, ICU Penuh

Megapolitan
Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif, Tiga Warga Petamburan Akan Didatangi Tim Puskesmas

Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif, Tiga Warga Petamburan Akan Didatangi Tim Puskesmas

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang hingga 19 Desember, Wali Kota Airin Sebut Tak Ada Perubahan Aturan

PSBB Tangsel Diperpanjang hingga 19 Desember, Wali Kota Airin Sebut Tak Ada Perubahan Aturan

Megapolitan
Anies Singgung Penegakan Aturan PSBB di Daerah Pilkada Tak Seperti Jakarta, Wali Kota Tangsel: Nanti Kami Evaluasi

Anies Singgung Penegakan Aturan PSBB di Daerah Pilkada Tak Seperti Jakarta, Wali Kota Tangsel: Nanti Kami Evaluasi

Megapolitan
Antisipasi Musim Hujan, Satpol PP Turunkan 470 Spanduk dan Baliho Liar

Antisipasi Musim Hujan, Satpol PP Turunkan 470 Spanduk dan Baliho Liar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X