Kompas.com - 10/10/2013, 10:04 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

TANGERANG, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum Banten akan memverifikasi ulang sengketa Pemilu Kepala Daerah Kota Tangerang. Langkah itu diambil menyusul putusan Mahkamah Konstitusi, Selasa pekan lalu.

"Langkah ini harus segera dilaksanakan sesuai putusan MK," kata anggota KPU Banten, Saiful, di KPU Kota Tangerang, Rabu (9/10).

Selasa pekan lalu, majelis hakim MK yang dipimpin Akil Mochtar (sebelum ia ditangkap KPK) memutuskan menunda putusan sengketa pilkada dan meminta KPU untuk melakukan verifikasi ulang atas dukungan ganda Partai Gerindra kepada calon wali kota-wakil wali kota Tangerang, Herry Mulya Zein-Iskandar dan Achmad Marju Kodri-Gatot Supriyanto.

Juga diputuskan, KPU Banten harus melakukan tes kesehatan terhadap pasangan calon wali kota-wakil wali kota Achmad Marju Kodri-Gatot Supriyanto yang belum memenuhi persyaratan, tetapi tetap diikutsertakan dalam pilkada berdasarkan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Bersamaan dengan putusan MK itu, Akil memutuskan pemilihan suara ulang dalam Pilkada Lebak. Putusan itu menjadi dasar penangkapan terhadap Akil atas dugaan penyuapan.

Verifikasi ulang

Verifikasi ulang ini menyusul masuknya gugatan pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad dan Herry Mulya Zein-Iskandar. Dalam gugatan itu, kedua pasangan tersebut menilai proses demokrasi dalam Pilkada Kota Tangerang, yang dimenangi pasangan Arief Wismansyah (Wakil Wali Kota Tangerang)-Sachrudin (Camat Pinang, Kota Tangerang), tidak berjalan sesuai peraturan pilkada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KPU Banten melaksanakan keputusan DKPP pada Selasa (6/8) untuk mengikutsertakan pasangan Achmad Marju Kodri- Gatot Supriyanto. Padahal, mereka tidak melalui pemeriksaan kesehatan.

Saiful mengatakan, verifikasi ulang terhadap parpol yang mendukung ganda dua pasangan calon itu akan dilakukan pada 7-18 Oktober. Sementara tes kesehatan akan dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tangerang pada 9 dan 13 Oktober di RSUD Tangerang.

Hasil verifikasi KPU dan pemeriksaan kesehatan dari IDI Tangerang itu, lanjut Saiful, akan diserahkan kepada MK.

Secara terpisah, anggota Panwas Pilkada Kota Tangerang, Agus Muslim, mengatakan, seharusnya MK tidak memerintahkan verifikasi ulang terhadap parpol dan tes kesehatan
pasangan calon karena masuknya dua pasangan itu dalam bursa pilkada sudah ada keputusan DKPP.

"Keputusan DKPP sudah ada. Buat apa lagi MK mengeluarkan putusan verifikasi. Artinya, keputusan DKPP itu tidak dianggap," ujar Agus Muslim.

Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti mengatakan, putusan melakukan dua verifikasi atas sengketa Pilkada Kota Tangerang seharusnya gugur dengan sendirinya karena Akil Mochtar selaku pembuat putusan itu menjadi tersangka dalam kasus tersebut. (PIN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan Perkantoran Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Pemprov DKI Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 4 Kali Berturut-Turut

Megapolitan
Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Pengunjung Pasar Anyar dan Pasar Poris Diimbau Pakai PeduliLindungi

Megapolitan
Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Hasil Olah TKP, Kecepatan Bus Transjakarta Saat Tabrakan di Cawang 55,4 Km Per Jam

Megapolitan
Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Ini Nomor Kontak Darurat bagi Warga yang Terkena Bencana di Kota Tangerang

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Pemkot Bekasi Klaim Capaian Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 71,85 Persen

Megapolitan
Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Dimulai di Era Ahok, Kini Anies Lanjutkan Kerja Sama dengan NTT untuk Pengadaan Daging Sapi

Megapolitan
Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Jasad Seorang Pria Ditemukan di Bak Mobil Pikap, Awalnya Dikira Sedang Tiduran

Megapolitan
1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

1,8 Juta Warga Belum Divaksin, Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Vaksinasi Malam Hari

Megapolitan
Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Update 6 Korban Kecelakaan Transjakarta yang Dirawat di RSUD Budhi Asih, 2 Orang Boleh Pulang

Megapolitan
Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Pelaku Masturbasi di Jok Motor Milik Perempuan Diperiksa Kejiwaannya

Megapolitan
Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Update Covid-19 di Jakarta, Tak Ada Lagi RT Zona Merah dan DKI Catat Nol Kematian

Megapolitan
Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Pencemaran Parasetamol di Teluk Jakarta, Dinkes DKI Sebut Belum Tentu dari Konsumsi Obat

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta: Duduk di Belakang Terpental ke Tengah hingga Bunyi Dentuman

Megapolitan
Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Berubah Pakai Data Dukcapil, Depok Akan Kurangi Target Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.