Tahun Depan, Penjual Hewan Kurban di Trotoar akan Ditindak

Kompas.com - 11/10/2013, 12:16 WIB
Ilustrasi hewan kurban
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAIlustrasi hewan kurban
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Kukuh Hadi Santoso menegaskan pihaknya akan mensosialisasikan aturan tidak boleh berjualan hewan kurban di trotoar. Tahun depan, jika masih membandel, para penjual hewan kurban itu akan ditindak.

"Kita sudah bilang mereka melanggar Perda 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Tahun depan pokoknya sudah tak boleh lagi," ujarnya di Balaikota, Jakarta pada Jumat (11/10/2013).

Kukuh menampik bahwa sosialisasi tersebut baru dilakukannya ketika penjual hewan kurban telah merajai trotoar di Jakarta. Menurutnya, sosialisasi tersebut telah dilakukan pihaknya tiap tahun. Namun, dia mengakui kesulitan dalam penegakan.

"Kita kasihan juga kepada mereka, sudah beli sapi. Tapi bukannya diperbolehkan juga ya, kita lihat juga kalau ada lahan kosong, kita geser ke sana, kita kasih pengertian ke mereka," ujarnya.

Setiap menjelang hari raya Idul Adha, penjual hewan kurban bak jamur di musim hujan. Selain menempati lahan kosong, tak jarang mereka menjadikan trotoar sebagai area berjualan. Tentu, di luar fungsinya sebagai penjual hewan untuk dikurbankan di hari raya, aktivitas mereka mengganggu pemandangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X