Kompas.com - 11/10/2013, 14:01 WIB
Para karyawan menmebus banjir yang menggenangi Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (17/1/2013). Akibatnyta lalu luntas di kawasan jantung ibu kota tersebut lumpuh total. Para karyawan menembus banjir.
KOMPAS/HENDRA A SETYAWANPara karyawan menmebus banjir yang menggenangi Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (17/1/2013). Akibatnyta lalu luntas di kawasan jantung ibu kota tersebut lumpuh total. Para karyawan menembus banjir.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, Januari hingga Maret 2014 diprediksi merupakan puncak curah hujan. Bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mereka menyiapkan beberapa skenario agar Jakarta tak terkena banjir besar.

"Pak Gubernur kita siapkan mengeluarkan surat pernyataan siaga darurat banjir di Jakarta. Melalui itu, bisa kita siapkan bagaimana sumber daya manusianya, logistiknya, dan lain-lain," ujar Sutopo usai bertemu dengan Gubernur DKI di Balaikota Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Selain itu, Pemprov DKI dan BNPB juga akan melakukan modifikasi cuaca demi mengurangi curah hujan dari bulan Desember 2013 hingga Maret 2013. Program tersebut diperkirakan menelan dana sebesar Rp 18 miliar. Hanya, belum ditentukan apakah sumber pendanaan itu ditanggung oleh Pemprov Jakarta atau BPBD.

Modifikasi cuaca yang dimaksud adalah dengan menaburkan garam di udara sehingga curah hujan dapat diatur agar tidak menumpuk di suatu tempat. Berdasarkan pada pengalaman tahun lalu, cara itu cukup ampuh mengendalikan hujan.

"Kita juga akan hidupkan crisis center. Poskonya ada dua, di Balaikota dan Kementerian PU. Kalau di Balaikota, penanggungjawabnya Gubernur, kita hanya pendampingan. Kalau yang di Kemen PU, itu nasional, tidak hanya DKI," kata dia.

Pada November hingga Desember 2013, akan dilaksanakan geladi bersih antara Pemprov DKI dan BNPB serta komponen lainnya di tiga daerah, yakni Pluit, Bukit Duri, dan Rawa Buaya. Sutopo yakin, sejumlah skenario yang telah disiapkan akan mengurangi dampak negatif dari musim hujan. Terlebih lagi, Pemprov DKI sendiri telah melaksanakan sejumlah program antisipasi banjir di Jakarta, mulai dari menormalisasi waduk, sungai, membuat sumur resapan, dan lain-lain.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien yang Diduga Meninggal akibat Varian Omicron Sempat Dirawat Intensif Dua Hari

Pasien yang Diduga Meninggal akibat Varian Omicron Sempat Dirawat Intensif Dua Hari

Megapolitan
Menyoal Kenaikan 5,1 Persen UMP DKI Jakarta 2022

Menyoal Kenaikan 5,1 Persen UMP DKI Jakarta 2022

Megapolitan
Minta Masyarakat Waspada Penularan Omicron, Wagub DKI: Tidak Boleh Anggap Enteng

Minta Masyarakat Waspada Penularan Omicron, Wagub DKI: Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Satu Rumah di Condet Hangus Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Satu Rumah di Condet Hangus Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Kasus Omicron di Jakarta Kian Melonjak, Puncaknya Diprediksi Maret 2022

Kasus Omicron di Jakarta Kian Melonjak, Puncaknya Diprediksi Maret 2022

Megapolitan
Prakiraan BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Akan Duguyur Hujan Ringan hingga Sedang

Prakiraan BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Akan Duguyur Hujan Ringan hingga Sedang

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 di Depok Bertambah 165, Dinkes  Depok: Berasal dari 3 Klaster

Kasus Aktif Covid-19 di Depok Bertambah 165, Dinkes Depok: Berasal dari 3 Klaster

Megapolitan
Wagub DKI Jakarta: Terbukti Hadirnya Sumur Resapan Bikin Genangan Lebih Cepat Surut

Wagub DKI Jakarta: Terbukti Hadirnya Sumur Resapan Bikin Genangan Lebih Cepat Surut

Megapolitan
UPDATE 22 Januari: Bertambah 122 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, Kini Totalnya 30.330

UPDATE 22 Januari: Bertambah 122 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, Kini Totalnya 30.330

Megapolitan
Wagub DKI Janji Bakal Berjuang Hadapi Lonjakan Kasus Omicron di Ibu Kota

Wagub DKI Janji Bakal Berjuang Hadapi Lonjakan Kasus Omicron di Ibu Kota

Megapolitan
Detik-detik Penumpang Ojol Tewas dalam Kecelakaan di Kebon Jeruk, Motor Serempet Truk Tangki

Detik-detik Penumpang Ojol Tewas dalam Kecelakaan di Kebon Jeruk, Motor Serempet Truk Tangki

Megapolitan
UPDATE 22 Januari: Ada 1.313 Kasus Omicron di Jakarta

UPDATE 22 Januari: Ada 1.313 Kasus Omicron di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 22 Januari: Bertambah 201 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Kini 32.089

UPDATE 22 Januari: Bertambah 201 Kasus Baru Covid-19, Totalnya Kini 32.089

Megapolitan
Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Kecelakaan Ojol dengan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Saksi: Helm Utuh, Korban Tewas

Megapolitan
Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Laka Lantas Libatkan Motor dan Truk Tangki di Kebon Jeruk, Seorang Penumpang Ojol Tewas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.