Kompas.com - 14/10/2013, 11:35 WIB
Robin  Napitupulu (25) bukan hanya mengalami kerugian berupa bolong dan retaknya kaca di bagian kanan depan atau ruang kemudi. Melainkan, ia juga kehilangan telepon selularnya Samsung Note II dan uang senilai Rp 5 juta milik ibunya.
KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El AnshariRobin Napitupulu (25) bukan hanya mengalami kerugian berupa bolong dan retaknya kaca di bagian kanan depan atau ruang kemudi. Melainkan, ia juga kehilangan telepon selularnya Samsung Note II dan uang senilai Rp 5 juta milik ibunya.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekasih Robin Napitupulu, Avien (24), ternyata sempat mendapat perlakuan kasar dari polisi yang menghajar kekasihnya. Dia dibentark dan diusir dari Pos RW, ketika panik melihat kekasihnya dihajar polisi hingga bersimbah darah.

Menurut Avien, dia mengetahui kekasihnya ditangkap polisi dari warga sekitar rumahnya yang sudah mengenal Robin. Mengetahui itu, Avien langsung ke pos RW, tempat Robin dibawa polisi yang sebelumnya menembak mobil milik kekasihnya.

"Saya kaget, tahu-tahu Robin sudah berdarah di bagian kepala," ujar Avien saat berbincang dengan Kompas.com, Senin, (14/10/2013).

Avien menuturkan, saat mengetahui kekasihnya babak belur, ia langsung menanyakan mengapa kekasihnya dipukul kepada dua polisi tersebut. Namun, bukan jawaban yang diterimanya, Avien justru malah diperlakukan kasar dan diminta keluar dari pos RW.

Tak terima diperlakukan seperti itu Avien sempat berteriak dan mengancam kedua polisi tersebut. "Diam kamu, saya tuntut kamu. Dia (Robin) bukan pencuri," ucap Avien sambil menirukan ucapannya di depan kedua polisi tersebut.

Tak lama setelah percekcokan tersebut, anggota Polsek Koja pun datang ke lokasi kejadian. Robin langsung dibawa ke Polsek Koja untuk diamankan. Namun, bukan perawatan luka yang diterima Robin, kepala Robin hanya dibasuh darahnya saja.

Tak tega melihat kondisi sang kekasih yang berlumur darah, Avien beserta keluarganya pun memaksa petugas untuk membawa Robin ke RS Pelabuhan Jakarta yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekitar jam 12 malam, Robin dapat penanganan di rumah sakit dan langsung dijahit sebanyak 18 jahitan di kepala dan dua jahitan di pelipis kiri," ungkap Avien.

Saat menerima Kompas.com di ruang perawatannya di RS Pelabuhan, Koja, Robin menceritakan ciri-ciri anggota polisi yang memukul dirinya. Robin menggambarkan, pria yang memukul itu memiliki tinggi badan sekira 165 cm. Polisi itu, kata memiliki janggut yang lebat, warna kulit hitam, bagian hidung mancung dan bentuk muka oval.

"Dia juga memiliki badan yang tegap, tapi perutnya agak sedikit buncit," ungkap Robin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub Copot Rambu Uji Coba Road Bike Melintas di JLNT Casablanca

Dishub Copot Rambu Uji Coba Road Bike Melintas di JLNT Casablanca

Megapolitan
Petugas Hentikan dan Larang Pesepeda Selain Road Bike Naik ke JLNT Casablanca

Petugas Hentikan dan Larang Pesepeda Selain Road Bike Naik ke JLNT Casablanca

Megapolitan
Warga KTP Non-Jakarta Usia 18 Tahun ke Atas Juga Bisa Divaksin, Beikut Syaratnya...

Warga KTP Non-Jakarta Usia 18 Tahun ke Atas Juga Bisa Divaksin, Beikut Syaratnya...

Megapolitan
Tata Cara Lapor Diri PPDB DKI Jakarta untuk Jalur Prestasi

Tata Cara Lapor Diri PPDB DKI Jakarta untuk Jalur Prestasi

Megapolitan
Covid-19 di Jakarta Melonjak, Ini 25 Kelurahan dengan Kasus Aktif Tertinggi

Covid-19 di Jakarta Melonjak, Ini 25 Kelurahan dengan Kasus Aktif Tertinggi

Megapolitan
Hari Terakhir Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT, Banyak Sepeda Lain Melintas

Hari Terakhir Uji Coba Lintasan Road Bike JLNT, Banyak Sepeda Lain Melintas

Megapolitan
Lonjakan Serius Kasus Covid-19 di Jakarta, Lebih dari 2.000 Orang Positif per Harinya

Lonjakan Serius Kasus Covid-19 di Jakarta, Lebih dari 2.000 Orang Positif per Harinya

Megapolitan
Nilai Baru Update di PPDB Jakarta, Cerita Orang Tua Perjuangkan Sekolah Anak Hingga Detik Terakhir

Nilai Baru Update di PPDB Jakarta, Cerita Orang Tua Perjuangkan Sekolah Anak Hingga Detik Terakhir

Megapolitan
Kota Tangerang Catat 67 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Kota Tangerang Catat 67 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
Aksi Protes di Hari Terakhir Uji Coba Road Bike Batal, Diganti dengan Diskusi

Aksi Protes di Hari Terakhir Uji Coba Road Bike Batal, Diganti dengan Diskusi

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: Tangsel Catat 79 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 12 Juni: Tangsel Catat 79 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: 185 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Kabupaten Bekasi

UPDATE 12 Juni: 185 Kasus Baru Covid-19 Ditemukan di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: Depok Catat 165 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 12 Juni: Depok Catat 165 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
UPDATE 12 Juni: 2.455 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

UPDATE 12 Juni: 2.455 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ditangkap Polisi, Ini Peran Supervisor Operator Crane dalam Pungli di Tanjung Priok

Ditangkap Polisi, Ini Peran Supervisor Operator Crane dalam Pungli di Tanjung Priok

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X