Kompas.com - 14/10/2013, 14:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama dengan Kadis PU DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan (tengah), Kadis Energy dan Perindustrian (kiri) Andi Baso dalam pemaparan mengenai antisipasi banji Jakarta. Rabu (9/10/2013). Kompas.com/Robertus BelarminusGubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama dengan Kadis PU DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan (tengah), Kadis Energy dan Perindustrian (kiri) Andi Baso dalam pemaparan mengenai antisipasi banji Jakarta. Rabu (9/10/2013).
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Soal hasil lelang jabatan, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama berbeda pendapat. Jika Basuki kecewa dengan hasilnya, Jokowi menganggap lelang jabatan sudah berjalan baik.

Gubernur DKI Jakarta itu menolak jika lelang jabatan dikatakan gagal, hanya gara-gara tertangkapnya Lurah Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, beberapa hari lalu karena terindikasi menyelewengkan dana APBD.

"Satu dua (orang) ya sudah masuk wilayah hukum, itu sudah lama diperiksa. Ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan, terjadi di 2012 yang lalu," kata Jokowi saat ditemui di rumah dinasnya, Senin (14/10/2013).

Jokowi merasa tidak kecolongan. Menurutnya, aspirasi dari masyarakat menyatakan adanya kepuasan terhadap hasil pelaksanaan lelang jabatan karena mayoritas lurah dan camat yang terpilih sudah melayani dengan baik.

"Kalau masih ada yang lolos (tertangkap korupsi), kan susah juga mengontrol masalah mental dan akhlak," ujarnya.

Namun begitu, Jokowi mengaku ke depannya lelang jabatan memang butuh banyak perbaikan. Dan perbaikan menuju arah yang lebih baik membutuhkan proses yang agak lumayan lama.

Dia pun memastikan tidak akan mengganti seluruh lurah dan camat hasil lelang jabatan. Sementara untuk Lurah Ceger Andi Fanda Lubis beserta bendaharanya Zaitul Akmam, akan segera diberhentikan.

"Meskipun yang memuaskan 20 persen, yang lain lumayan dan setengah lumayan, tapi masak semuanya harus diganti," pungkasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki mengatakan ketidakpuasannya terhadap hasil lelang jabatan dari berbagai sisi. "Dari sisi macam-macam, dari sisi pemerhatian, integritasnya juga sangat pas-pasan," kata Basuki, Minggu (13/10/2013) kemarin.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

Megapolitan
UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Megapolitan
RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Megapolitan
Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Megapolitan
Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.