Pemkab Bekasi Siapkan 2 Proyek Atasi Macet di Stasiun Tambun

Kompas.com - 14/10/2013, 20:55 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, optimistis pembangunan underpass dan jalan layang akan mengurangi kemacetan di sekitar Stasiun Tambun. Dua proyek tersebut sedang digagas bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Bekasi Slamet Supriyadi mengatakan, proyek pertama yang akan dilaksanakan adalah underpass atau jalan bawah tanah Jalan Mangunjaya, Tambun. Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan anggaran Rp 20 miliar untuk pembebasan lahan di sekitar lokasi proyek mulai 2014. Ia menyebutkan, DPRD setempat sudah menyetujui anggaran pembebasan lahan pada APBD 2014.

"Kehadiran underpass ini akan memotong ruas jalan di sekitar Pasar Tambun yang selama ini menjadi titik kemacetan dan keluar setelah Stasiun Tambun," kata Slamet di Cikarang, Senin (14/10/2013).

Menurut Slamet, pemerintah pusat juga tengah mengkaji pembangunan jembatan layang Tambun sepanjang 1,5 kilometer di lokasi yang sama. Pembangunan flyover itu akan dilakukan setelah underpass rampung.

Slamet mengatakan, pembangunan terowongan dan jembatan layang Tambun merupakan solusi tepat untuk mengurai titik kemacetan di sepanjang jalan utama Tambun dan Cibitung. "Jika pintu perlintasan kereta di Tambun ditutup lima menit saja, kemacetan sudah bisa terjadi sampai 1 kilometer," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X