Kompas.com - 16/10/2013, 10:13 WIB
Jenazah Holly Angela Wahyu (36), korban pembunuhan di Apartemen
Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, saat dishalatkan oleh pihak keluarga di ruang jenazah RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2013) Alsadad RudiJenazah Holly Angela Wahyu (36), korban pembunuhan di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, saat dishalatkan oleh pihak keluarga di ruang jenazah RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2013)
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Otak pelaku pembunuhan Holly Angela semakin mengarah kepada pria yang disebut-sebut sebagai suami sirinya yang berinisial Gatot. Polisi pun akan memanggil Gatot untuk mencocokkan keterangan para pelaku yang sudah tertangkap.

Apabila memang benar Gatot otak pelaku pembunuhan Holly, kriminolog Universitas Jenderal Sudirman, Angkasa, mengatakan, ada banyak motif mengapa dia bisa melakukan itu. Dari beberapa kasus, biasanya terungkap bahwa otak kejahatan memiliki hubungan sosial yang relatif dekat secara emosional.

Menurutnya, dari kasus Holly, apabila melihat status terduga dan korban, nyaris tidak mungkin jika motifnya karena masalah ekonomi. Kalau motif ekonomi, itu dilakukan oleh pelaku seorang diri. Jadi, pelaku ingin menguasai barang milik korban.

"Ada beberapa motif yang paling mungkin apabila G sebagai otak pembunuhnya, antara lain, motif karena sakit hati dan motif karena Holly menyimpan rahasia yang berbahaya jika ketahuan," kata Angkasa, beberapa waktu lalu.

Di beberapa kasus pembunuhan dengan menggunakan pembunuh bayaran, kata dia, tercatat banyak motif, antara lain, diakibatkan karena sakit hati, tidak senang dengan perilaku korban, atau karena pernah dihina. "Tapi, mungkin juga Holly punya sebuah rahasia G. Terkadang, status istri siri itu banyak memegang rahasia suaminya," tuturnya.

"Mungkin ada rahasia-rahasia yang dipegang Holly yang tidak boleh diketahui oleh siapa pun, atau bisa juga ada upaya pemerasan. Polisilah yang harus mengungkap kasus ini," ujarnya lagi.

Saat ini, Gatot dikabarkan telah tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Kebakaran Melanda Gudang Penyimpanan Ikan di Pelabuhan Muara Baru

Megapolitan
Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Jumlah Pengunjung Ragunan pada Libur Waisak Capai 31.206 Orang

Megapolitan
Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Sudah Sebulan 400 KK di Kampung Nelayan Marunda Alami Krisis Air Bersih

Megapolitan
Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Lift Macet akibat Kelebihan Muatan, 7 Orang Terjebak Dievakuasi Damkar Kota Bekasi

Megapolitan
Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Cerita Anies ke Universitas Oxford Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kebijakan Publik Jakarta

Megapolitan
Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Warga Bogor Dibegal Saat Pulang Kerja, Korban Dibacok, Motor dan Uangnya Raib

Megapolitan
Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Dentuman Meriam Akan Terdengar Lagi di Depok Besok, Warga Diimbau Tak Panik

Megapolitan
Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Bima Arya Usulkan Sekda Jadi Pj Kepala Daerah

Megapolitan
TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

TV Tersambar Petir, Sebuah Rumah di Bekasi Dilanda Kebakaran

Megapolitan
Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Besok, Oditur Akan Bantah Pleidoi Kolonel Priyanto Terdakwa Kasus Pembunuhan Handi-Salsabila

Megapolitan
Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.