Kompas.com - 17/10/2013, 12:39 WIB
Sejumlah pengusaha garmen dari Kawasan Berikat Nusantara (KBN) sesaat sebelum menyampaikan keluhannya pada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kamis (29/11/2012), di Balaikota Jakarta. Para pengusaha ini mengaku keberatan dengan upah minimum provinsi (UMP) DKI yang ditetapkan sebesar Rp 2,2 juta. KOMPAS.com/Indra AkuntonoSejumlah pengusaha garmen dari Kawasan Berikat Nusantara (KBN) sesaat sebelum menyampaikan keluhannya pada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Kamis (29/11/2012), di Balaikota Jakarta. Para pengusaha ini mengaku keberatan dengan upah minimum provinsi (UMP) DKI yang ditetapkan sebesar Rp 2,2 juta.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2014 dipastikan molor. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9/2013 tentang Penetapan Upah Minimun, penetapan yang harusnya diputuskan pada 1 November, akan diputus lebih lama.

"Saya ragu tahun ini bisa sesuai dengan Inpres. Sepertinya molor," ujar anggota Dewan Pengupahan Jakarta, Sarman Simanjorang, saat dihubungi wartawan, Kamis (17/10/2013) siang.

Setidaknya, ada dua hal yang menyebabkan mundurnya penetapan UMP DKI. Pertama, pihaknya baru saja menyelesaikan survei komponen hidup layak (KHL). Hasil survei itu pun perlu penggodokan lebih lanjut untuk menentukan angka UMP pasti.

Kedua, Sarman yakin pembahasan survei KHL demi mencapai kesepakatan UMP akan berlangsung alot. Tuntutan buruh akan kenaikan upah serta kemampuan perusahaan membayar pekerja, diperkirakan akan menjadi pembicaraan paling panas dalam pembahasan. Ia yakin proses berlangsung lama.

"Pembahasan UMP akan berlangsung alot dan membutuhkan lobi-lobi sehingga sulit untuk diselesaikan dalam waktu satu atau dua pekan saja. Mungkin lebih dari itu," tutur Sarman.

Ia menyayangkan pengeluaran Inpres yang terlalu mepet dengan pengumuman UMP. Inpres itu keluar pada 27 September 2013 lalu. Namun, pihaknya tetap melaksanakan tugas sebaik mungkin dengan mempercepat pembahasan KHL sehingga diperkirakan keputusan UMP bisa keluar awal 2014.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Pabrik Kimia di Cikarang Dilanda Kebakaran, Pemadaman Butuh Waktu 7 Jam

Megapolitan
Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Politisi PDI-P: Banyak Program yang Tak Dieksekusi Anies

Megapolitan
Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Seorang Remaja Satroni Rumah Ketua RW di Pulogadung, Curi 3 Ponsel

Megapolitan
Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Pria yang Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit Diduga Terlilit Utang

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Ketua DPRD DKI Bakal Panggil Manajemen Ancol karena Khawatir Merugi Saat Formula E Berlangsung

Megapolitan
5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

5 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bekasi Terima Remisi Hari Raya Waisak

Megapolitan
Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Apartemen Kawasan Duren Sawit

Megapolitan
Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Unggahan Viral Warga Depok Dengar Dentuman Berulang Kali, Ternyata Suara Meriam Amunisi Hampa Milik Kostrad

Megapolitan
Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Ini Lokasi Kantong Parkir bagi Pengunjung Tebet Eco Park

Megapolitan
Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Waisak, 9 Narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Dapat Remisi

Megapolitan
Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Polisi Pastikan Terduga Pembunuh di Jatisampurna Tak Alami Masalah Kejiwaan

Megapolitan
Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Tampak Usang dan Rusak, Truk Sampah Milik Pemkot Bekasi Tetap Beroperasi

Megapolitan
Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Banjir yang Rendam Puluhan Rumah di Kramatjati Disebabkan Luapan Kali Induk, Camat: Harus Dinormalisasi

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMK

Megapolitan
Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Syarat dan Jadwal Pendaftaran PPDB DKI Jakarta 2022 untuk Jenjang SMA

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.