Saat Holly Dibunuh, Gatot Sedang Audit KJRI Perth dan Melbourne

Kompas.com - 17/10/2013, 14:13 WIB
Sekretaris Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan Hendar Ristriawan (tengah) didampingi dua pejabat BPK lainnya saat memberikan pernyataan terkait kasus yang sedang dihadapi auditor senior mereka, Gatot Supiartono di Gedung BPK RI, Kamis (17/10/2013) Alsadad RudiSekretaris Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan Hendar Ristriawan (tengah) didampingi dua pejabat BPK lainnya saat memberikan pernyataan terkait kasus yang sedang dihadapi auditor senior mereka, Gatot Supiartono di Gedung BPK RI, Kamis (17/10/2013)
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorLaksono Hari Wiwoho
JAKARTA, KOMPAS.com- Saat Holly Angela (38) dibunuh di kamar apartemennya di Kalibata City, Jakarta Selatan, Senin (30/9/2013), Gatot Supiartono sedang dalam kunjungan ke Perth dan Melbourne, Australia. Kepergian Gatot itu untuk menjalankan tugas supervisi penanggung jawab tim dari Badan Pemeriksa Keuangan. Di Negeri Kanguru itu, Gatot mengaudit keuangan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di kedua kota tersebut.

"Surat tugasnya selama satu minggu," kata Sekretaris Jenderal Badan Pemeriksa Keuangan Hendar Ristriawan di Gedung BPK RI, Kamis (17/10/2013).

Hendar menyatakan, kasus yang menjerat Gatot dan Holly tidak ada berkaitan sama sekali dengan tugas kedinasan Gatot. Gatot sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Rabu (16/10/2013) malam. Dia disangka sebagai dalang pembunuhan terhadap istri sirinya tersebut. Ia membayar lima orang, masing-masing SH atau S dan AL atau L (sudah ditahan), Elrisky Yudhistira (tewas), serta PG dan R (buron).

Gatot memiliki hubungan dekat dengan Holly. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Slamet Riyanto mengatakan, Gatot mendalangi pembunuhan terhadap Holly karena istri yang sudah ia nikahi secara siri di Bandung pada 2011 itu sering menuntut banyak hal. "Motif pembunuhan karena dia (Gatot) tertekan, Holly banyak menuntut, minta apartemen sampai menceraikan istrinya," kata Slamet, Rabu.

Akibat perbuatannya tersebut, Gatot dijerat Pasal 340 dan 338 jo 335 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau mati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Megapolitan
Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Megapolitan
Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.