Musim Hujan Datang, Genangan di Jalan Muncul

Kompas.com - 21/10/2013, 08:05 WIB
Pengguna jalan melintas di genangan air akibat hujan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta selatan, Sabtu (27/4/2013). Butuh usaha ektra keras untuk membebaskan Jakarta dari genangan air akibat hujan yang turun.
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPengguna jalan melintas di genangan air akibat hujan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta selatan, Sabtu (27/4/2013). Butuh usaha ektra keras untuk membebaskan Jakarta dari genangan air akibat hujan yang turun.
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAS.com
- Baru memasuki awal musim hujan, Jakarta sudah ditemui musuh lamanya, banjir. Genangan langsung muncul di sejumlah ruas jalan saat hujan deras mengguyur Jakarta pekan lalu. Daerah bantaran Kali Ciliwung juga tergenang setelah kawasan hulu hujan deras. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkejaran dengan waktu agar banjir bisa dikurangi.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim hujan mulai memasuki Jakarta pada Oktober ini. Puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada Desember 2013 dan Januari 2014.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, DKI hanya bisa berkonsentrasi sebatas tugas dan wewenang pemda. "Penanganan banjir bukan hanya di tangan DKI, melainkan juga kewenangan pemerintah pusat. Tugas saya sekarang mengeruk kali kecil, memperbaiki saluran air, dan memperbaiki pompa," ujarnya.

Saat ini, pihaknya menggenjot normalisasi sejumlah waduk agar bisa menambah daya tampung air hujan. Tiga waduk yang sedang dinormalisasi adalah Waduk Pluit, Waduk Ria Rio, dan Waduk Tomang Barat. Masih ada 12 waduk yang menunggu untuk dinormalisasi, yaitu Waduk Bojong, Waduk Sunter, Waduk Teluk Gong, Situ Lembang, Waduk Melati, Waduk Rawa Babon, Waduk Pedongkelan, Waduk Cengkareng, Waduk Grogol, Waduk Don Bosco, Waduk Pegangsaan 2, dan Waduk Bujana Tirta.

Tidak hanya menormalisasi waduk, DKI juga mengeruk 160 saluran penghubung dan 18 saluran submakro. Di sejumlah ruas jalan terlihat banyak pekerja menggali saluran air yang tertutup bangunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta juga berencana membuat 1.958 sumur resapan, memperbaiki 492 pompa air, dan menyiagakan posko banjir di 42 kecamatan rawan banjir.

Manggas menambahkan, pihaknya telah membentuk satuan tugas yang akan merespons keluhan masyarakat terkait genangan dan banjir. "Ada 200 titik banjir di Jakarta. Masyarakat mengusulkan ada unit reaksi cepat untuk merespons masalah-masalah di berbagai titik itu," katanya.

Jokowi mengakui, kerja besar menanggulangi banjir Jakarta belum selesai. Masih banyak yang harus dikerjakan dan tidak bisa selesai dalam waktu cepat. Masih banyak kendala, seperti pengadaan alat berat untuk pengerukan yang tidak bisa sesuai target gara-gara tender.

Pengerukan saluran dan perbaikan pompa diharapkan bisa selesai pada Desember 2013. Jokowi optimistis, jika seluruh pompa berfungsi dan saluran-saluran yang ada kembali berfungsi maksimal, Jakarta tidak akan dilanda banjir.

Mencermati serius

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 4 Juli: Bertambah 2 Kasus, Total Ada 417 Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Perpanjang PSBB, Benyamin Sebut Banyak Warga Tangsel yang Minta Kelonggaran Resepsi Pernikahan

Megapolitan
PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

PSBB Proporsional Tahap 2, Pemkot Depok Longgarkan Salon hingga Rumah Ibadah dengan Syarat

Megapolitan
[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

Megapolitan
IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

Megapolitan
KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X