Musim Hujan Datang, Genangan di Jalan Muncul

Kompas.com - 21/10/2013, 08:05 WIB
Pengguna jalan melintas di genangan air akibat hujan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta selatan, Sabtu (27/4/2013). Butuh usaha ektra keras untuk membebaskan Jakarta dari genangan air akibat hujan yang turun.
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPengguna jalan melintas di genangan air akibat hujan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta selatan, Sabtu (27/4/2013). Butuh usaha ektra keras untuk membebaskan Jakarta dari genangan air akibat hujan yang turun.
EditorAna Shofiana Syatiri

Akan tetapi, ahli geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), Profesor Hasanuddin Z Abidin, Jumat (18/10), meminta agar Pemprov DKI Jakarta mencermati secara serius fenomena limpasan air pasang laut yang melampaui tanggul laut di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Penurunan tanah yang tinggi di Jakarta menyebabkan pasang laut kerap mengakibatkan banjir atau rob di sejumlah tempat di Jakarta Utara.

Berdasarkan penelitian penurunan tanah Jakarta yang dilaksanakan Fakultas Geodesi ITB yang dilaksanakan tahun 2011, ditemukan penurunan tanah di Muara Baru mencapai 10 cm sampai 15 cm per tahun.

Penurunan tanah juga terjadi di beberapa lokasi di Penjaringan. Sementara pasang laut tertinggi tak pernah lebih dari 120 cm. Adapun rata-rata permukaan tanah di utara Jakarta sudah berada di bawah permukaan laut. Penurunan tanah ini, menurut Hasanuddin, sudah menjadi karakter tanah di kawasan utara Jakarta karena sebagian besar tanahnya terbentuk dari sedimentasi laut. Oleh karena itu, sifat tanahnya labil.

Secara geologis, sedimentasi laut akan selalu mengalami kompaksi atau pemadatan secara alamiah. Proses pemadatan itu akan lebih cepat jika di atas tanah itu terdapat pembangunan konstruksi berat dan penyedotan air bawah tanah.

Dari hasil penelitian selama 20 tahun terakhir, lanjut Hasanuddin, penurunan tanah di Jakarta sudah terjadi di beberapa lokasi di Jakarta Pusat akibat penyedotan air bawah tanah yang besar. Oleh karena itu, perencana pembangunan kota Jakarta harus memperhatikan kecepatan penurunan tanah di Jakarta dalam setiap membuat perencanaan pembangunan.

Jika saat pasang tertinggi mencapai 2 meter di atas permukaan Jakarta, dengan kecepatan penurunan tanah 10 cm sampai 15 cm per tahun, perlu dibangun tanggul laut setinggi 4 meter. Jika tanggul laut hanya 3 meter seperti yang ada sekarang di pesisir Jakarta, air laut akan rawan melimpas ke daratan saat air laut pasang.

(Fransisca Romana Ninik/Madina Nusrat)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Anggota Polres Tangsel Diisukan Terkena Covid-19, Kapolres: Itu Tidak Benar

12 Anggota Polres Tangsel Diisukan Terkena Covid-19, Kapolres: Itu Tidak Benar

Megapolitan
Satgas Covid-19 Periksa 30 Hotel di Jakarta yang Nyatakan Siap Jadi Tempat Isolasi

Satgas Covid-19 Periksa 30 Hotel di Jakarta yang Nyatakan Siap Jadi Tempat Isolasi

Megapolitan
Pemprov Akan 'Grebek Lumpur' Saluran PHB Saharjo yang Hampir 2 Tahun Tak Dikeruk

Pemprov Akan "Grebek Lumpur" Saluran PHB Saharjo yang Hampir 2 Tahun Tak Dikeruk

Megapolitan
PHRI: Hotel Jadi Tempat Isolasi jika RSD Wisma Atlet dan RS Lainnya Sudah Penuh

PHRI: Hotel Jadi Tempat Isolasi jika RSD Wisma Atlet dan RS Lainnya Sudah Penuh

Megapolitan
Cuti untuk Kampanye Pilkada Depok, Pradi Supriatna Tegaskan Bukan Waktunya Berleha-leha

Cuti untuk Kampanye Pilkada Depok, Pradi Supriatna Tegaskan Bukan Waktunya Berleha-leha

Megapolitan
Kisah di Balik Video Bocah Asal Bekasi Lantunkan Ayat Al-Quran Saat Dirawat di RSPAD

Kisah di Balik Video Bocah Asal Bekasi Lantunkan Ayat Al-Quran Saat Dirawat di RSPAD

Megapolitan
Ada Diskon 25 Persen, Ini Harga Tiket Sejumlah Kereta yang Berangkat dari Jakarta

Ada Diskon 25 Persen, Ini Harga Tiket Sejumlah Kereta yang Berangkat dari Jakarta

Megapolitan
Melebihi Kapasitas, Kafe di Serpong Didenda Rp 5 Juta

Melebihi Kapasitas, Kafe di Serpong Didenda Rp 5 Juta

Megapolitan
Akhir Pelarian Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta, Ditangkap di Sumut Setelah Buron Berhari-hari

Akhir Pelarian Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta, Ditangkap di Sumut Setelah Buron Berhari-hari

Megapolitan
Pecah Kongsi Wali Kota Depok dan Wakilnya, Bersiap 'Saling Sikut' di Masa Kampanye

Pecah Kongsi Wali Kota Depok dan Wakilnya, Bersiap 'Saling Sikut' di Masa Kampanye

Megapolitan
Polisi Dalami Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang

Polisi Dalami Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang

Megapolitan
UPDATE 25 September: 3.572 Kasus Covid-19 di Depok, 897 Kasus Aktif

UPDATE 25 September: 3.572 Kasus Covid-19 di Depok, 897 Kasus Aktif

Megapolitan
Antisipasi Antrean Tes Swab, Pemkot Bekasi Tambah Mesin PCR di 3 RSUD

Antisipasi Antrean Tes Swab, Pemkot Bekasi Tambah Mesin PCR di 3 RSUD

Megapolitan
BMKG: Hari Ini Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

BMKG: Hari Ini Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
Apresiasi Kinerja, Pemkot Bekasi Beri Insentif ke Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 TPU Pedurenan

Apresiasi Kinerja, Pemkot Bekasi Beri Insentif ke Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 TPU Pedurenan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X