Korban Gegar Otak, Tiga Siswa Pelaku Tawuran Ditahan di Bogor

Kompas.com - 22/10/2013, 21:45 WIB
Barang bukti berupa gir, senjata tajam dan bom molotov yang disita dari tangan pelajar SMK Bhakti Jakarta diperlihatkan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2012). Sebanyak 77 pelajar sekolah ini ditangkap polisi saat diduga akan melakukan tawuran. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOBarang bukti berupa gir, senjata tajam dan bom molotov yang disita dari tangan pelajar SMK Bhakti Jakarta diperlihatkan di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2012). Sebanyak 77 pelajar sekolah ini ditangkap polisi saat diduga akan melakukan tawuran.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bogor Kota, Selasa (22/10/2013), menangkap dan menahan dua siswa SMK YKTB dan satu siswa SMK Yatek. Mereka terlibat dalam penganiayaan yang hampir menewaskan Hendro Pratama Putra (15), siswa SMK PGRI 2.

Tiga tersangka yang ditahan itu adalah AS (18) dan ASR (17), siswa SMK YKTB Bogor, dan RSM (16), siswa SMK Yatek Bogor. Mereka dituduh menganiaya Hendro yang tidak bisa melarikan diri saat rombongan siswa YKTB dan Yatek tawuran dengan rombongan siswa PGRI 2 di Jalan Empang, Bogor Tengah, Kota Bogor.

"Mereka menganiaya Hendro dalam tawuran sehingga korban kritis dan masih harus dirawat di rumah sakit," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor Kota Ajun Komisaris Candra Sasongko. Ketiga tersangka dibawa dari sekolah seusai jam pelajaran. Ketiganya diserahkan oleh guru kepada penyidik untuk dibawa dan diperiksa.

Candra mengatakan, kasus ini berawal dari tawuran antara SMK YKTB dan SMK Yatek melawan SMK PGRI 2 di Jalan Empang. Tawuran pecah pukul 15.00 beberapa waktu lalu. Karena kalah jumlah, siswa PGRI 2 mundur. Saat itu, Hendro terpisah dari rombongan dan mencoba melarikan diri. Namun, anak ini dikejar oleh ketiga tersangka. Merasa terpojok dan tidak menemukan jalan keluar, Hendro nekat melawan tiga tersangka tetapi malah jadi bulan-bulanan.

AS yang saat itu membawa pisau menusuk perut Hendro dan menyabet kepala Hendro. Akibatnya, Hendro roboh. Namun, penganiayaan belum selesai. RMS datang membawa batu dan menghantam kepala Hendro. ASR membantu memegang kaki korban. Akibatnya fatal, korban luka parah. Hendro ditinggalkan begitu saja oleh ketiga tersangka. Hendro ditolong oleh warga dengan dibawa ke rumah sakit. "Korban gegar otak, tulang rusuk patah, dan luka tusuk," kata Candra.

Di hadapan penyidik, AS mengatakan sengaja mengincar Hendro karena dendam. "Saya pernah dianiaya oleh korban sebulan lalu saat tawuran," katanya.

Akibat perbuatan itu, ketiga tersangka terancam dijerat pelanggaran Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 80 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 7 tahun penjara. Candra mengatakan, meski tersangka berstatus pelajar, tetapi tindakan mereka tergolong kejahatan sebab telah direncanakan dan memakai senjata.

Teman korban, Muhammad Ikmal mengatakan, Hendro masih dirawat secara intensif di Rumah Sakit Azra. Hendro masih kritis dan perlu dioperasi di kepala, tetapi biayanya mencapai Rp 80 juta.

Permusuhan dan tawuran antarpelajar SMK di Bogor sudah sejak lama dan turun-temurun dari senior ke junior. Korban seperti siswa-siswa lain akan selalu ikut tawuran karena diduga  diancam oleh senior. Padahal, belum lama ini, Dinas Pendidikan Kota Bogor mengumpulkan para kepala SMK terutama yang siswa kerap tawuran. Mereka berkomitmen membentuk kelompok kerja antitawuran dan antiperilaku menyimpang siswa beranggotakan unsur Polri, Dinas Pendidikan, Satuan Tugas Pelajar, dan orangtua atau komite.

Ancaman pencabutan izin terhadap SMK yang siswanya kerap tawuran harus dipertahankan dan diwujudkan. Sejauh ini, ancaman tidak terwujud. Penyuluhan dan bimbingan konseling terhadap siswa juga harus terus digalakkan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buru Pebalap Liar yang Aksinya Tersebar di Media Sosial

Polisi Buru Pebalap Liar yang Aksinya Tersebar di Media Sosial

Megapolitan
Distribusi Bansos Tahap VII di Jakarta Timur Molor

Distribusi Bansos Tahap VII di Jakarta Timur Molor

Megapolitan
Mengenang 28 September 2016

Mengenang 28 September 2016

Megapolitan
Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan, Warnet dan 4 Kafe di Bekasi Disegel Tiga Hari

Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan, Warnet dan 4 Kafe di Bekasi Disegel Tiga Hari

Megapolitan
Terima Pengunjung Makan di Tempat, Pusat Kuliner di Jagakarsa Digerebek

Terima Pengunjung Makan di Tempat, Pusat Kuliner di Jagakarsa Digerebek

Megapolitan
Antisipasi Klaster Baru Covid-19, Gedung Sudin Dukcapil Jakarta Timur Disemprot Disinfektan

Antisipasi Klaster Baru Covid-19, Gedung Sudin Dukcapil Jakarta Timur Disemprot Disinfektan

Megapolitan
Polisi Tilang 11 Mobil yang Lakukan Balap Liar di Senayan

Polisi Tilang 11 Mobil yang Lakukan Balap Liar di Senayan

Megapolitan
Ingatkan Anies soal Banjir di Musim Hujan, Ketua DPRD: Jangan Pas Banjir Baru Kerja

Ingatkan Anies soal Banjir di Musim Hujan, Ketua DPRD: Jangan Pas Banjir Baru Kerja

Megapolitan
Pelayanan Dikecam seperti Perpeloncoan, KKP Bandara Klaim Sesuai Prosedur

Pelayanan Dikecam seperti Perpeloncoan, KKP Bandara Klaim Sesuai Prosedur

Megapolitan
Lahan Pemakaman Jenazah Terkait Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Diperluas

Lahan Pemakaman Jenazah Terkait Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Diperluas

Megapolitan
Ada TNI-Polri hingga Kemenkes, Begini Alur Pelayanan Kedatangan Penumpang Internasional Bandara Soetta Selama Pandemi

Ada TNI-Polri hingga Kemenkes, Begini Alur Pelayanan Kedatangan Penumpang Internasional Bandara Soetta Selama Pandemi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta Ditahan | 13 Hari Cai Changpan Kabur dari Lapas

[POPULER JABODETABEK] Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soekarno-Hatta Ditahan | 13 Hari Cai Changpan Kabur dari Lapas

Megapolitan
PSBB Ketat Diperpanjang, Layanan Transjakarta Tetap Berakhir Pukul 19.00 WIB

PSBB Ketat Diperpanjang, Layanan Transjakarta Tetap Berakhir Pukul 19.00 WIB

Megapolitan
Jumlah RW Zona Merah Bertambah Jadi 40, Terbanyak di Jakarta Pusat

Jumlah RW Zona Merah Bertambah Jadi 40, Terbanyak di Jakarta Pusat

Megapolitan
Kritik Blogger Trinity yang Sebut Pelayanan Bandara Soetta Rasa Ospek

Kritik Blogger Trinity yang Sebut Pelayanan Bandara Soetta Rasa Ospek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X