Kompas.com - 23/10/2013, 20:33 WIB
Warga antre untuk mendapatkan obat di loket farmasi RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). Pasca- penerapan Kartu Jakarta Sehat, ada 800 orang mendatangi rumah sakit ini untuk berobat. Jumlah itu meningkat 100 persen dibandingkan sebelum penerapan kartu. KOMPAS / WISNU WIDIANTOROWarga antre untuk mendapatkan obat di loket farmasi RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). Pasca- penerapan Kartu Jakarta Sehat, ada 800 orang mendatangi rumah sakit ini untuk berobat. Jumlah itu meningkat 100 persen dibandingkan sebelum penerapan kartu.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Di sela-sela blusukan ke sejumlah lokasi di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyempatkan diri meninjau Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2013). Selama 10 menit di rumah sakit tersebut, Jokowi menampung keluhan pasien.

Dengan mengenakan kemeja putih serta celana hitam, Jokowi tiba di RS Tarakan tanpa masuk ke dalam RS tersebut. Ia dan pejabat rumah sakit berbincang-bincang dengan beberapa orang keluarga pasien di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Tarakan.

"Gimana, Bu, pelayanan di sini? Ada keluhan atau tidak?" kata Jokowi kepada keluarga pasien. "Enggak ada Pak, sudah bagus," jawab seorang ibu yang mengantarkan anaknya.

Tiba-tiba, ada seorang ibu bernama Yeyet Rosilawati yang memotong perbincangan Jokowi dan keluarga pasien. "Ada, Pak. Saya sakit jantung. Sudah pakai KJS, tapi kata dokternya ada biaya maksimal. Jadinya setiap seminggu saya bolak-balik ngambil obat," ujarnya.

"Oke, Bu, saya juga enggak paham sistemnya gimana, tapi nanti akan saya sampaikan ke pihak rumah sakit biar dikasih jalannya," ujar Jokowi.

Obat di puskesmas

Dihubungi secara terpisah, Direktur Unit Pelaksana Tekni Jaminan Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan DKI Theryoto membenarkan bahwa ada biaya maksimal dalam satu kali pengobatan. Meski demikian, Theryoto membantah jika akibat dari aturan tersebut, pasien harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menebus obat. Ia mengatakan, pasien dapat memberikan surat rujukan ke puskesmas terdekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi pasien tidak mesti bolak-balik ke rumah sakit. Cukup ke puskesmas dan memberikan surat rujukan saja, bisa dapat obat itu," ujarnya.

Ia mengatakan, tak ada alasan bagi puskesmas untuk menolak surat rujukan tersebut apalagi atas dasar ketiadaan obat yang dimaksud. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI telah memperkuat peran puskesmas dengan memberikan tanggung jawab pengelolaan kesehatan pasien.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

1.317 Pelajar di Jaksel Rekam Data e-KTP, Bakal Dicetak Saat Mereka Berusia 17 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Polda Metro Jaya Tangkap Artis Peran Berinisial JS Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Kebakaran di Tambora yang Tewaskan 5 Orang

Megapolitan
Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Polisi Sebut 5 Orang Tewas karena Terjebak dalam Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Polda Metro Jaya Akan Tertibkan Atribut Ormas di Semua Wilayah

Megapolitan
Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Pedagang Kalideres Mengaku Rugi hingga Rp 300 Juta karena Kebakaran, Hanya Ditawari Uang Kerahiman Rp 5.000.000

Megapolitan
Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Dituding Minta Uang Cabut Laporan, Adam Deni Laporkan Kuasa Hukum Jerinx

Megapolitan
Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Kekecewaan Buruh Terhadap Anies: Sebelumnya Duduk Bareng, Kini Tak Ditemui

Megapolitan
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas di Serpong

Megapolitan
Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Lintasi Jalan Bergelombang, Mobil Boks Terguling di Pondok Indah

Megapolitan
Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Sepanjang 2021, Jumlah Penumpang KRL Capai Angka Tertinggi pada November

Megapolitan
Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Duduk Perkara Pemkab Bekasi Beri Info Keliru soal Warga Terpapar Omicron

Megapolitan
Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Fakta Soal Varian Omicron di Jakarta, Belum Ditemukan dan Kabar yang Sebelumnya Beredar Keliru

Megapolitan
RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

RS Polri Identifikasi 5 Korban Tewas Kebakaran di Tambora lewat DNA

Megapolitan
Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Sumur Resapan Ambles di Lebak Bulus Diaspal, Kontraktor: Itu Inisiatif Kami, Bukan Program Pemerintah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.