Kompas.com - 24/10/2013, 07:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjalan kaki di sekitar Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013). TRIBUNNEWS.COM/IMANUEL NICOLAS MANAFEGubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjalan kaki di sekitar Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Agar kawasan Blok G Tanah Abang meriah, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginstruksikan Dinas Perhubungan DKI untuk menata titik perhentian angkutan kota yang melintas di area tersebut. Kebijakan itu juga diterapkan demi menambah kenyamanan para pengunjung.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono menjelaskan, ada sembilan pemberhentian angkutan kota yang berlaku di kawasan Tanah Abang. Pengoperasian titik pemberhentian baru tersebut akan dimulai pada Jumat, 25 Oktober 2013.

"Tanah Abang sekarang ini sudah semakin padat. Makanya harus kita atur titik pemberhentian bus kecil hingga bus besar supaya tertib," ujar Pristono di sela-sela pemaparan titik pemberhentian ke Gubernur Jokowi, Rabu (23/10/2013).

Mikrolet M08 jurusan Kota-Tanah Abang serta JP 03 dan JP 031 jurusan Roxy-Tanah Abang memiliki titik pemberhentian di Jalan Jatibaru yang ke arah Cideng, yakni dekat jembatan penyeberangan Blok G dan dekat pintu keluar Stasiun Tanah Abang. Angkot dengan trayek yang sama untuk arah sebaliknya, Pristono melanjutkan, juga memiliki tiga perhentian, yakni di depan toko kain, depan toko kelontong, dan di depan selter bus di Jalan Jatibaru.

Selanjutnya, bus Mayasari Bakti S07 jurusan Pulogadung-Tanah Abang, bus Mayasari Bakti 70 AC jurusan Kampung Rambutan-Tanah Abang, APTB, Mayasari Bakti AC 52 jurusan Bekasi-Tanah Abang serta Kopaja 502 jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang memiliki titik pemberhentian di depan Pemuda Panca Marga dan di Jalan Kebon Jati.

Selanjutnya, titik pemberhentian bus jurusan Bekasi-Roxy-Tanah Abang berada di bawah jembatan penghubung, dekat Blok C. Adapun bus jurusan Ciputat-Grogol-Tanah Abang juga memiliki titik pemberhentian di depan toko emas Jalan Jati Bunder.

"Semua angkutan kota yang ada, bus kecil hingga bus besar, kita atur, untuk melintasi Tanah Abang, harus melewati Blok G," ujar Pristono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gubernur DKI Joko Widodo menjelaskan, upaya ini dilakukan semata untuk mengembangkan kawasan Tanah Abang, terutama tempat relokasi pedagang kaki lima di Blok G. Jokowi pun yakin, dengan penerapan titik pemberhentian baru ini, kawasan Tanah Abang semakin tertib dan para pedagang mendapat imbas positifnya.

"Kalau lalu lintasnya enggak direkayasa, pasar enggak akan ramai. Jadi, lalu lintasnya lancar, pedagangnya ramai," ujar Jokowi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Megapolitan
Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Megapolitan
Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Megapolitan
Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 15 Oktober: 7 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Kisah Heroik Petugas Damkar Selamatkan Siswi dari Reruntuhan Beton, Tangis Pecah Saat Misi Selesai

Megapolitan
Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Manajemen Subway Citos Diberi Teguran Tertulis karena Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Polres Jakarta Barat Telusuri Legalitas dan Aktivitas 7 Perusahaan Pinjol di Jakbar

Megapolitan
Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Pemerintah Diminta Lindungi Pasar Muamalah bagi Penerima Zakat agar Tak Diserang Buzzer

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Korban Kebakaran di Krendang Mengungsi di Dua Lokasi

Megapolitan
Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Orangtua Belum Izinkan Anaknya Belajar di Sekolah, 5 SMP Swasta di Kota Tangerang Belum Gelar PTM

Megapolitan
Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Fakta Penangkapan Direktur TV Swasta, Disebut Sebarkan Konten Provokatif di YouTube dan Raup Untung Miliaran

Megapolitan
Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Korban Kebakaran di Krendang Dapat Bantuan Makan 2 Kali Sehari

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Permukiman di Tambora

Megapolitan
UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 15 Oktober: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 55 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.