Kompas.com - 24/10/2013, 17:21 WIB
Robin  Napitupulu (25), korban salah tangkap polisi di Koja, Jakarta Utara, menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelabuhan, Jakarta Utara, Senin (14/10/2013). Akibat salah tangkap pada Sabtu (12/10/2013) malam itu, kaca mobil Roin berlubang ditembus peluru. Ia juga kehilangan telepon selularnya Samsung Note II dan uang senilai Rp 5 juta milik ibunya.
KOMPAS.com/DIAN FATH RISALAH EL ANSHARIRobin Napitupulu (25), korban salah tangkap polisi di Koja, Jakarta Utara, menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelabuhan, Jakarta Utara, Senin (14/10/2013). Akibat salah tangkap pada Sabtu (12/10/2013) malam itu, kaca mobil Roin berlubang ditembus peluru. Ia juga kehilangan telepon selularnya Samsung Note II dan uang senilai Rp 5 juta milik ibunya.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima orang polisi yang salah menangkap Robin Napitupulu mendapat sanksi disiplin berupa penundaan kenaikan pangkat selama dua periode. Jabatan mereka juga diturunkan atau demosi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, kelima polisi tersebut sudah menjalani sidang disiplin di Mapolres Metro Jakarta Barat. Mereka menjalani mutasi demosi dari reserse menjadi staf dan ditempatkan di tempat khusus selama 21 hari. "Untuk anggota yang melakukan salah tangkap sudah dilakukan sidang disiplin," kata Rikwanto, Kamis (24/10/2013), di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto mengatakan, kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Polisi bertanggung jawab atas peristiwa yang menimpa Robin. Selain itu, polisi sudah membayar kerugian yang dialami Robin akibat salah tangkap tersebut.

Peristiwa salah tangkap itu terjadi pada Sabtu (12/10/2013) sekitar pukul 22.00. Malam itu, Robin hendak pulang ke rumahnya di Bekasi, Jawa Barat, seusai menonton pertandingan sepak bola antara timnas Indonesia U-19 dan Korea Selatan melalui televisi di kediaman kekasihnya di kawasan Jalan Taman Cemara, Koja, Jakarta Utara.

Ketika tengah memanaskan mobil Toyota Rush bernomor polisi B 1946 KOR miliknya, Robin melihat sebuah sedan menghadang di depan mobilnya. Sopir dan penumpang di samping sopir sedan itu turun dan menghampiri Robin di dalam mobilnya. Robin melihat pelaku membawa senjata dan ia pun membungkukkan badan.

Tak lama kemudian, terdengar empat letusan terdengar, dan peluru menembus mobil Robin. Robin tidak terkena tembakan dan langsung menginjak pedal gas dan melaju. Dua orang yang menghadang Robin lalu meneriakinya "maling" sehingga warga mengejar dan melemparkan batu ke kendaraannya.

Setelah pergi, Robin masih penasaran dengan kejadian yang menimpanya. Ia kemudian berbalik arah kembali ke tempat dia dihadang dan ditembak. Warga melihatnya dan hendak mengeroyoknya, tetapi ada tukang tambal ban yang mengenali Robin sehingga amuk massa terhindarkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Robin kemudian dibawa ke pos RW setempat. Di sana, satu dari dua orang polisi masuk dan langsung memukul kepala Robin dengan gagang pistol berulang kali. Polisi itu masih saja menyebut Robin sebagai pencuri mobil sebagaimana dilaporkan seorang pelaku pencurian yang ditangkap polisi sebelum kejadian tersebut.

Setelah diinterogasi sekitar satu jam, dua polisi itu memastikan bahwa Robin bukan target yang mereka cari. Robin akhirnya dibawa ke RS Pelabuhan di Jakarta Utara untuk mendapatkan perawatan pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Dua polisi yang menghadang, menembak, dan menghajar Robin pergi begitu saja.

Akibat peristiwa itu, selain mobil rusak, Robin juga mengalami trauma dan mendapatkan 20 jahitan di kepalanya. Lengan tangan kanan dan pinggangnya memar terkena serpihan peluru, sementara telunjuk tangan kanannya pun retak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

14 Warga Sekolah di Tangsel Reaktif, Dinkes: Negatif Covid-19 Setelah Dites PCR

14 Warga Sekolah di Tangsel Reaktif, Dinkes: Negatif Covid-19 Setelah Dites PCR

Megapolitan
2 Maling Motor Ditangkap dan Digebuk Warga di Duren Sawit

2 Maling Motor Ditangkap dan Digebuk Warga di Duren Sawit

Megapolitan
Fakta Pria Masturbasi di Jok Motor Perempuan, Kerap Buntuti Wanita lalu Halusinasi Sedang Kencan

Fakta Pria Masturbasi di Jok Motor Perempuan, Kerap Buntuti Wanita lalu Halusinasi Sedang Kencan

Megapolitan
Polisi Periksa Satpam RS di Salemba Terkait Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga

Polisi Periksa Satpam RS di Salemba Terkait Dugaan Pengeroyokan yang Tewaskan Warga

Megapolitan
Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Bisa Ditilang hingga Dikenakan Tarif Parkir Tertinggi

Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi Bisa Ditilang hingga Dikenakan Tarif Parkir Tertinggi

Megapolitan
26 Kasus Pelecehan Seksual di Kota Bekasi dan Perlunya Sikap Menolak Damai dengan Pelaku

26 Kasus Pelecehan Seksual di Kota Bekasi dan Perlunya Sikap Menolak Damai dengan Pelaku

Megapolitan
PDAM Klaim Sudah Bertahap Salurkan Ganti Rugi untuk Korban Jatuhnya Crane di Depok

PDAM Klaim Sudah Bertahap Salurkan Ganti Rugi untuk Korban Jatuhnya Crane di Depok

Megapolitan
Agar Tak Kena Tilang di Jakarta, Simak Kriteria Kendaraan Lulus Uji Emisi Ini

Agar Tak Kena Tilang di Jakarta, Simak Kriteria Kendaraan Lulus Uji Emisi Ini

Megapolitan
Cerita Damkar Satu Jam Evakuasi Sopir Transjakarta yang Terjepit Kemudi

Cerita Damkar Satu Jam Evakuasi Sopir Transjakarta yang Terjepit Kemudi

Megapolitan
Polisi Pastikan Belum Tetapkan Sopir Transjakarta sebagai Tersangka Kecelakaan di Cawang

Polisi Pastikan Belum Tetapkan Sopir Transjakarta sebagai Tersangka Kecelakaan di Cawang

Megapolitan
Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan di Sejumlah Gedung Kantor yang Tak Berfungsi

Pemkot Jakpus Temukan Sumur Resapan di Sejumlah Gedung Kantor yang Tak Berfungsi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Tetap Lanjutkan Pembangunan Proyek Duplikasi Crossing Tol Becakayu meski Ditolak Warga

Pemkot Bekasi Tetap Lanjutkan Pembangunan Proyek Duplikasi Crossing Tol Becakayu meski Ditolak Warga

Megapolitan
Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet

Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet

Megapolitan
Mayat Janin Terbungkus Plastik Merah Ditemukan di Rumah Warga di Pulau Kelapa

Mayat Janin Terbungkus Plastik Merah Ditemukan di Rumah Warga di Pulau Kelapa

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Selamatkan Diri lewat Jendela Kaca yang Pecah, Lihat Darah di Mana-mana

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Selamatkan Diri lewat Jendela Kaca yang Pecah, Lihat Darah di Mana-mana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.