Kompas.com - 28/10/2013, 15:17 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo usai memberi tali kasih Pemprov DKI kepada para atlet pelajar yang membawa DKI menjadi juara umum Popnas XII, September lalu. Tjahjo Sasongko/Kompas.comGubernur DKI Jakarta, Joko Widodo usai memberi tali kasih Pemprov DKI kepada para atlet pelajar yang membawa DKI menjadi juara umum Popnas XII, September lalu.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memandang pentingnya pendidikan seksual untuk anak-anak. Dengan begitu, anak-anak bisa memahami mana yang belum dan sudah pantas dilakukan untuk anak pada usia mereka.

"Misalnya mengundang psikolog, undang Komisi Nasional Perlindungan Anak. Biarkan mereka jelaskan hal-hal yang berkaitan dengan anak," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Senin (28/10/2013) siang.

Terkait kasus asusila SMPN 4 Jakarta, Jokowi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI telah menuntaskan kasus video mesum yang dilakukan oleh siswa-siswi di SMP yang terletak di Jakarta Pusat tersebut. Penyelesaian kasus itu dilakukan secara terutup.

"Saya sudah sampaikan (ke Dinas Pendidikan) agar diselesaikan secara tertutup karena memang menyangkut masa depan si anak," ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan, kasus tersebut bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan semata, melainkan juga tanggung jawab sekolah dan orangtua. Oleh sebab itu, kasus serupa mesti ditangung bersama.

Di tataran orangtua, Jokowi menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada mereka. Yang jadi sorotan adalah pendidikan di sekolahnya masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan sesuai dengan arahan Gubernur. Siswa serta siswi yang terlibat dalam video mesum tersebut telah pindah serta melanjutkan di sekolah lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sesuai kesepakatan, antara sekolah, orangtua, dan muridnya sendiri, yang bersangkutan melanjutkan pendidikan ke tempat lainnya," ujar Taufik.

Video asusila segelintir siswa-siswi SMPN 4 Jakarta terjadi pada Jumat (13/9/2013). Video tersebut sempat beredar di masyarakat. Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini.

Baca tentang


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kecamatan Pulogadung Siapkan 7 Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Pemprov DKI: Pelanggan Pangkas Rambut Wajib Miliki Sertifikat Vaksin

Megapolitan
Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Daftar Terbaru Hotel untuk Isolasi Mandiri Berbayar di Jakarta

Megapolitan
RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

RedDoorz Sayangkan Peristiwa yang Menimpa Hotelnya di Ampera Raya

Megapolitan
Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Perumahan Beverly Hills Jababeka Jadi Tempat Isolasi Pekerja Industri yang Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

UPDATE 28 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Polisi: Tak Ditemukan Bukti Kuat Terkait Dugaan Kerumunan dan Praktik Prostitusi di RedDoorz Ampera Raya

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Tangsel Baru Tercapai 14 Persen dari Target 1 Juta Penduduk

Megapolitan
UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

UPDATE 28 Juli: Tambah 5.525 Kasus Covid-19 di Jakarta, 11.035 Pasien Sembuh

Megapolitan
Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Penerima Bansos Kena Pungli, Mensos Risma: Kalau Urusan Itu Tak Selesai, Kapan Warga Sejahtera!

Megapolitan
Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Update 28 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambah 606

Megapolitan
Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Pemkot Bogor Kejar Target Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 15.000 Orang per Hari

Megapolitan
Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Plasma Konvalesen Keruh, Sejumlah Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang Gagal Jadi Donor

Megapolitan
Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Kendaraan Dinas Terminal Pulogebang Disulap Jadi Angkutan Jenazah dan Pasien Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Pemkot Bekasi Belum Bisa Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Siswa SMA, Ini Alasannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X