Kompas.com - 29/10/2013, 02:17 WIB
Buruh angkut ketika melakukan pekerjaannya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (30/4/2013). Besok pada tanggal 1 Mei, para buruh sedunia akan memperingati Hari Buruh atau biasa disebut dengan May Day. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNABuruh angkut ketika melakukan pekerjaannya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (30/4/2013). Besok pada tanggal 1 Mei, para buruh sedunia akan memperingati Hari Buruh atau biasa disebut dengan May Day.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BEKASI, KOMPAS.com — Konvoi untuk sosialisasi rencana mogok nasional oleh buruh di kawasan industri di Kabupaten Bekasi, Senin (28/10/2013), tidak berlangsung mulus. Konvoi dihadang massa, dan terjadi kericuhan.

Pengadangan konvoi dari FSPMI, FARKES, KSBSI, KASBI, FSP KEP KSPI, FKI SPSI terjadi di kawasan industri MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Sempat terjadi kericuhan antara buruh dan massa. Guna menghindari konflik, buruh menghindar ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek dari Gerbang Tol Cibitung menuju Gerbang Tol Cikarang Barat.

Nyumarno dari Lembaga Bantuan Hukum Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia menyatakan, konvoi digelar untuk sosialisasi rencana Mogok Nasional pada 31 Oktober 2013 - 1 November 2013. "Sosialisasi ditujukan kepada buruh di seluruh pabrik di kawasan industri," katanya saat dikonfirmasi pada Senin malam.

Massa buruh berkumpul di Omah Buruh, kawasan industri EJIP, Cikarang Selatan, pukul 08.00 WIB. Ada sekitar 1.000 buruh yang kemudian berkonvoi di EJIP-Hyundai-Delta Silicon 1 untuk sosialisasi mogok nasional.

Menurut Nyumarno, kegiatan di tiga kawasan industri tadi aman, tertib, dan damai. Sosialisasi diumumkan oleh Nurdin Muhidin dan Bung Novel menggunakan pelantang suara di mobil komando aksi.

Pada pukul 09.15 WIB, mobil komando aksi mendapat informasi dari mobil komando MM 2100 bahwa kegiatan di kawasan industri itu dilarang oleh Kepolisian Resor Kota Bekasi Kabupaten dan pengelola MM2100. Karena itu, massa di EJIP kemudian bergerak menuju MM2100 untuk meneruskan sosialisasi.

Nyumarno meneruskan, pada pukul 10.00 WIB massa buruh dari EJIP akhirnya bisa masuk MM2100 dengan pengawalan mobil petugas Polri. Namun, di dalam kawasan, massa buruh dihadang oleh sekelompok massa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ingin menghindari gesekan, buruh pun kembali ke EJIP tetapi dalam perjalanan kembali dihadang oleh kelompok massa lainnya. Massa meminta buruh kembali lewat jalur saluran irigasi tarum barat (Kalimalang). Namun, di jalur ini, buruh diserang oleh sekelompok massa bersenjata balok kayu dan bambu.

"Kami menyesalkan karena saat penyerangan itu, tidak ada polisi yang mengawal," kata Nyumarno. Buruh tetap mengalah dengan menghindari benturan lebih jauh. Buruh pun kembali ke EJIP melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Namun, di sini, massa buruh yang bersepeda motor dimarahi oleh petugas Polri. Buruh menyatakan terpaksa lewat jalan tol demi menghindari serangan massa lainnya. Nyumarno mengatakan, selain mengecam tindakan massa yang anarkistis, buruh menyesalkan pembiaran oleh petugas Polri.

"(Kami) mendesak Polri tidak melakukan pembiaran terhadap premanisme yang menghalangi kegiatan buruh," kata Nyumarno. Menurut dia, sosialisasi berupa konvoi sudah diberitahukan kepada Mabes Polri.

Prakondisi juga sudah dilakukan dengan demonstrasi di Kantor Bupati Bekasi. Untuk itu, sangat disayangkan bila sosialisasi Senin itu diwarnai penghadangan dan tindakan anarkistis oleh massa.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Megapolitan
2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

Megapolitan
UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Megapolitan
RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.