BOGOR, KOMPAS.com
 Angin kencang disertai hujan deras dan petir memorakporandakan 420 rumah di Tenjolaya dan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Senin (28/10). Gejala ini merupakan isyarat cuaca buruk bagi wilayah DKI Jakarta. Situasi ini diprediksi terjadi hingga musim hujan Februari 2014.

Cuaca di Bogor menjadi isyarat bagi wilayah DKI Jakarta. Hujan yang mengguyur Kota/Kabupaten Bogor sejak Minggu sore sampai Senin dini hari juga mengakibatkan 37 rukun tetangga di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kebanjiran. Hingga pukul 06.00 pada Senin, 37 RT itu terendam air setinggi 30-100 sentimeter.

Di Kabupaten Bogor, puting beliung juga menumbangkan pohon dan tiang listrik.

Komandan Komando Rayon Militer 2114/Ciampea Kapten (Inf) Sutrisno mengatakan, Tenjolaya, Pamijahan, dan Ciampea merupakan tiga kecamatan yang dihantam puting beliung. Letaknya di perbukitan. "Yang terparah di Tenjolaya," katanya.

Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor Budi Aksomo mengatakan, berdasarkan pendataan, ada 420 rumah yang rusak dihantam puting beliung.


Istan Iskandar (43), warga Tapos, Tenjolaya, mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor dan instansi terkait.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Pondok Betung, Tangerang Selatan, Sri Handayani mengatakan, perubahan musim dari musim kemarau ke musim hujan menyebabkan munculnya angin kencang, yakni puting beliung. Warga diminta waspada karena muncul tiba-tiba bersamaan hujan.

Prediksi curah hujan

Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga, Bogor, Nuryadi mengatakan, kurun November 2013 curah hujan di Bogor diprediksi 115 persen. Curah hujan sebulan nanti diperkirakan bisa mencapai 450 milimeter. Dalam kondisi normal, curah hujan 400 milimeter. Nuryadi juga mengingatkan potensi turunnya hujan ekstrem.

Kepala Bendung Katulampa Andi Sudirman mengatakan, ketinggian bendung pada Minggu malam dan Senin dini hari lebih dari 100 sentimeter (kategori Siaga 3).

Hingga saat ini, luapan Kali Ciliwung yang biasanya terjadi akibat penambahan volume air dari Bendung Katulampa masih membayangi warga bantaran dan sejumlah permukiman di Kampung Melayu (Jakarta Timur) dan Bukit Duri (Jaksel).

Menurut Putu Wirawan dari Humas Balai Besar Wilayah Ciliwung Citanduy, normalisasi Kali Ciliwung masih dalam tahap pembebasan lahan oleh Pemprov DKI Jakarta. "Targetnya tahun 2014 sudah dapat dilaksanakan pekerjaan dari Pintu Air Manggarai sampai Jembatan Kampung Melayu," katanya.

Sementara ini, menurut Putu, normalisasi sungai yang tengah dikerjakan adalah Sungai Pesanggrahan, Angke, dan Sunter. Jika normalisasi ketiga sungai itu selesai, 30 persen potensi banjir di Jakarta bisa berkurang. "Sementara ini, potensi banjir Jakarta sudah berkurang 40 persen dengan berfungsinya Kanal Timur. Jika ditambah Pesanggrahan, Angke, dan Sunter, potensi banjir di Jakarta bisa berkurang 70 persen," katanya. (BRO/MDN/PIN)