Kompas.com - 29/10/2013, 15:30 WIB
Ilustrasi. Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) jantan berada di kandang observasi hasil kerjasama Ditjen PHKA dan pihak APP di Kabupaten Siak, Riau, Kamis (12/1/2012). Satwa liar yang berusia sekitar 2,5 tahun tersebut merupakan harimau yang ditangkap di kawasan hutan tanaman industri di Indragiri Hilir lebih dari tiga bulan yang lalu dan saat ini dilakukan proses observasi sebelum dilepasliarkan kembali. TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDAIlustrasi. Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) jantan berada di kandang observasi hasil kerjasama Ditjen PHKA dan pihak APP di Kabupaten Siak, Riau, Kamis (12/1/2012). Satwa liar yang berusia sekitar 2,5 tahun tersebut merupakan harimau yang ditangkap di kawasan hutan tanaman industri di Indragiri Hilir lebih dari tiga bulan yang lalu dan saat ini dilakukan proses observasi sebelum dilepasliarkan kembali.
EditorEko Hendrawan Sofyan

BOGOR, KOMPAS.com -
- Petugas gabungan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat wilayah I Bogor bersama Polres Bogor mengevakuasi Harimau Sumatera dari vila 99 di Kampung Bojong Honde RT 4/03, Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (29/10/2013).

Binatang yang dilindungi itu selanjutkan akan dibawa ke lokasi penangkaran di wilayah Pasir Muncang, Desa Gadog, Kecamatan Megemendung, Kabupaten Bogor.

Penyidik PNS BKSDA Jawa Barat wilayah I Bogor Sudrajat mengatakan, selain Harimau Sumatera, Owa Jawa, Merak, Rusa Timor, lutung dan Siamang. "Setelah dikarantina, semua binatang yang dilindungi itu akan dilepas ke habitat aslinya," ujar Sudrajat.

Untuk liger, kata Sudrajat, tidak akan dievakuasi karena binatang itu ada hasil perkawinan silang antara Harimau Benggala dengan Singa Afrika."Kalau dilepaskan habitatnya tidak jelas," ujarnya.

Untuk memindahkan Harimau Sumatera petugas BKSDA Jawa Barat wilayah I Bogor sudah menyiapkan kandang khusus. Petugas akan lebih dulu membius Harimau tersebut agar tidak mengamuk saat dipindahkan.

Hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Wartawan dilarang masuk ke lokasi vila dengan alasan agar harimau dan binatang lainnya tidak stres.

Di lokasi vila tersebut selain Harimau ada binatang yang dilindungi lainnya seperti dua ekor siamang, dua ekor lutung, satu ekor owa Jawa, tiga merak, empat rusa timor dan seekor liger.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KRL Tabrak Motor di Jakarta Pusat, Pemotor Selamat karena Berhasil Menghindar

KRL Tabrak Motor di Jakarta Pusat, Pemotor Selamat karena Berhasil Menghindar

Megapolitan
Fakta Kontroversi Nopol RFS di Mobil Rachel Vennya, Disebut Pelat Khusus tapi Dibantah Polisi

Fakta Kontroversi Nopol RFS di Mobil Rachel Vennya, Disebut Pelat Khusus tapi Dibantah Polisi

Megapolitan
Ayu Ting Ting Kembali Laporkan Pemilik Akun Instagram @gundik_empaeng, Kali Ini soal UU ITE

Ayu Ting Ting Kembali Laporkan Pemilik Akun Instagram @gundik_empaeng, Kali Ini soal UU ITE

Megapolitan
Selesai Diotopsi, 2 Korban Tewas akibat Kecelakaan Bus Transjakarta Diserahkan ke Pihak Keluarga

Selesai Diotopsi, 2 Korban Tewas akibat Kecelakaan Bus Transjakarta Diserahkan ke Pihak Keluarga

Megapolitan
KPAD: Baru 10 dari 26 Kasus Pelecehan Seksual di Kota Bekasi yang Disidangkan

KPAD: Baru 10 dari 26 Kasus Pelecehan Seksual di Kota Bekasi yang Disidangkan

Megapolitan
Serikat Buruh Minta UMP DKI Jakarta Tahun 2022 Naik Jadi Rp 5,3 Juta

Serikat Buruh Minta UMP DKI Jakarta Tahun 2022 Naik Jadi Rp 5,3 Juta

Megapolitan
5 Korban Kecelakaan Transjakarta Masih Dirawat Inap di RS Polri, Ada yang Luka di Kepala hingga Patah Tulang

5 Korban Kecelakaan Transjakarta Masih Dirawat Inap di RS Polri, Ada yang Luka di Kepala hingga Patah Tulang

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual di Kota Bekasi Mayoritas Berusia Remaja

Korban Pelecehan Seksual di Kota Bekasi Mayoritas Berusia Remaja

Megapolitan
Pasca-kecelakaan Maut di Cawang, PT Transjakarta Akan Perketat Evaluasi Operator

Pasca-kecelakaan Maut di Cawang, PT Transjakarta Akan Perketat Evaluasi Operator

Megapolitan
Rumah Dinas Penjaga SDN 12 Cawang Hangus Terbakar Saat Ditinggal Nyapu Penghuninya

Rumah Dinas Penjaga SDN 12 Cawang Hangus Terbakar Saat Ditinggal Nyapu Penghuninya

Megapolitan
Berlaku Mulai Hari Ini di Jakarta, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Ditilang Rp 500.000, Motor Rp 250.000

Berlaku Mulai Hari Ini di Jakarta, Mobil Tak Lulus Uji Emisi Ditilang Rp 500.000, Motor Rp 250.000

Megapolitan
KPAD Kota Bekasi Terima 26 Laporan Pelecehan Seksual Sepanjang 2021

KPAD Kota Bekasi Terima 26 Laporan Pelecehan Seksual Sepanjang 2021

Megapolitan
Persatuan RS Tak Terima Disebut Ambil Untung Besar dari Tes PCR

Persatuan RS Tak Terima Disebut Ambil Untung Besar dari Tes PCR

Megapolitan
Serikat Buruh Geruduk Balai Kota DKI Jakarta, Minta Kepastian Kenaikan UMP

Serikat Buruh Geruduk Balai Kota DKI Jakarta, Minta Kepastian Kenaikan UMP

Megapolitan
Sidang Lanjutan Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, 7 Saksi Beri Kesaksian secara Virtual

Sidang Lanjutan Kasus Unlawful Killing Laskar FPI, 7 Saksi Beri Kesaksian secara Virtual

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.