Di Sini Hujan Deras, di Sana Kering Kerontang

Kompas.com - 30/10/2013, 07:27 WIB
Pengguna jalan melintas di genangan air akibat hujanderas di Jalan Raya anggano, Jakarta Utara, Selasa (29/10). Buruknya kondisi saluran air di kawasan tersebut menyebabkan beberapa titik genangan di ruas Jalan RE Martadinata dan Jalan Raya Enggano usai hujan turun. KOMPASPengguna jalan melintas di genangan air akibat hujanderas di Jalan Raya anggano, Jakarta Utara, Selasa (29/10). Buruknya kondisi saluran air di kawasan tersebut menyebabkan beberapa titik genangan di ruas Jalan RE Martadinata dan Jalan Raya Enggano usai hujan turun.
EditorAna Shofiana Syatiri


JAKARTA, KOMPAS.com
- Hujan deras mengguyur kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (29/10). Sebagian pengguna jalan menyesaki halte untuk berteduh. Di beberapa lokasi di Ciputat, berjarak kurang dari 8 kilometer, pengguna jalan melenggang tanpa rintik gerimis.

Fenomena hampir sama di tempat berbeda di seluruh Indonesia barangkali menjadi hal jamak, ketika hujan dan cuaca terang terjadi bersamaan dalam radius kurang dari 5 kilometer.

Bagaimana bisa terjadi? Menurut Mulyono R Prabowo, Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi hujan dan kering dalam satu wilayah semacam itu merupakan fenomena cuaca yang biasa di Indonesia.

"Ada beberapa faktor, di antaranya kondisi lingkungan mikro," katanya. Tentunya, juga karena faktor angin yang membawa massa air bakal hujan.


Di atas kawasan dengan tutupan atau vegetasi pohon yang relatif masih baik memiliki uap air yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan padat bangunan gedung. Kawasan Kebayoran Lama terbilang kawasan hijau, sedangkan kawasan Kuningan yang merupakan kawasan niaga, padat perkantoran dengan banyak bangunan bertingkat.

"Angin dengan massa air yang melewati kawasan hijau cenderung menjadi hujan daripada ketika melintasi kawasan padat bangunan. Tidak harus selalu jadi hujan, tapi kecenderungannya begitu," katanya.

Adanya pengaruh kondisi permukaan tanah (topografi) yang lebih hijau itulah yang menjelaskan, dalam konteks di ibu kota Jakarta, kenapa kawasan Ragunan, Lenteng Agung, dan Pasar Minggu menjadi zona basah. Artinya, memiliki curah hujan lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan lain di Jakarta.

Dengan pemahaman yang hampir sama, bisa terjelaskan kenapa daerah dataran tinggi atau perbukitan seperti Bogor memiliki curah hujan tinggi.

"Udara lebih lembab, hujan pun lebih sering turun dibandingkan dengan kawasan perkotaan," kata Kepala Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Achmad Zakir.

Secara nasional, topografi dan kondisi geografis yang beragam di Tanah Air, dua pertiga wilayah merupakan lautan dengan seratusan gunung api berikut lembah dan perbukitan, membuat upaya memperkirakan kondisi cuaca ataupun musim secara akurat menjadi persoalan tersendiri. Apalagi, tidak didukung peralatan canggih, seperti radar berteknologi tinggi, yang memadai.

Zona musim

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Megapolitan
Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Megapolitan
Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Megapolitan
Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Megapolitan
Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Megapolitan
Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Megapolitan
Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Megapolitan
Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Megapolitan
BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

Megapolitan
DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Megapolitan
Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Megapolitan
Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Megapolitan
Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X