Kompas.com - 31/10/2013, 16:51 WIB
Buruh padati Jalan Cakung

 Ribuan buruh di Jakarta Timur  telah memadati jalan raya Bekasi menuju titik aksi yakni bunderan Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, Kamis (31/10/2013).Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh ummi hadyah salehBuruh padati Jalan Cakung Ribuan buruh di Jakarta Timur telah memadati jalan raya Bekasi menuju titik aksi yakni bunderan Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, Kamis (31/10/2013).Kompas.com/Ummi Hadyah Saleh
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com —
Mogok nasional yang dilakukan ribuan buruh membuat kemacetan di sepanjang Jalan Raya Cakung menuju Kawasan Industri Pulogadung. Kendaraan yang melintas di depannya tidak bisa bergerak, termasuk kendaraan para sopir truk pengangkut barang.

Khairul (19), salah seorang sopir truk, mengeluhkan kemacetan panjang itu. Dia mengaku sudah tiga jam terjebak dalam kemacetan di Jalan Raya Cakung.

"Saya sudah menunggu tiga jam di sini. Bikin macet saja mereka (buruh)," ujar Khairul kesal, Kamis (31/10/2013).

Akibat kemacetan itu, Khairul tidak hanya merasa dirugikan soal waktu, tetapi juga harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli makan dan minuman, sambil menunggu giliran truknya kembali berjalan.

Hal senada diungkapkan Sapri (30), sopir truk yang membawa besi. Dia mengaku harus membeli bahan bakar lebih karena kemacetan tersebut.

"Saya rugi banget, bensin sudah mau habis, mana belum bayar setoran ke bos saya karena ongkosnya habis di jalan saja," cetusnya.

Meski begitu, Sapri mengaku pasrah. "Mau gimana lagi, memang cuma lewat sini," ucapnya.

Pantauan Kompas.com, mogok nasional yang dilakukan dari Kawasan Industri Pulogadung saat ini masih berlangsung. Para buruh berorasi terkait kenaikan UMP sebesar Rp 3,7 juta dan penetapan KHL dari 60 item menjadi 84 item.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Cara Ke Tebet Eco Park Naik KRL, Transjakarta, dan Mikrotrans

Megapolitan
Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Branchsto BSD: Harga Tiket dan Cara ke Sana

Megapolitan
Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Kasus Kekerasan Anak di Serpong, Orangtua Sebut Awalnya Korban Tutupi Kejadian yang Dialaminya

Megapolitan
Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Cegah Pohon Lain Tumbang, Camat Larangan Akan Pangkas Daun di Pohon Berdaun Lebat

Megapolitan
Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Cerita Peserta UTBK di UI, Kaget Soal Berbeda dengan Materi yang Dipelajari

Megapolitan
Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 29

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Pemprov DKI Diminta Aktif Sosialisasikan PPDB 2022 agar Orangtua Calon Siswa Tak Bingung

Megapolitan
Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Terpeleset ke Selokan Larangan Tangerang Saat Bermain Air, Bocah 3,5 Tahun Meninggal

Megapolitan
Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Resah karena Diancam dan Diintimidasi oleh Ormas, Warga Kranji Lapor Polisi

Megapolitan
Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Satu Lagi Pohon Tumbang di Larangan Tangerang, Kali Ini Timpa Truk

Megapolitan
Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Penumpang KA yang Baru Divaksin Dosis Satu Wajib Tunjukkan Hasil Tes Covid-19

Megapolitan
Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Polres Tangsel Tangkap 4 Pelaku Kekerasan terhadap Anak yang Videonya Viral

Megapolitan
Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Penumpang KA dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Tak Lagi Wajib Bawa Hasil Tes Covid-19, Ini Aturan Lengkapnya...

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Bocah 11 Tahun Berkali-kali Diperkosa Paman dan Tetangga di Cengkareng

Megapolitan
P2TP2A Akan Berikan 'Trauma Healing' ke Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel

P2TP2A Akan Berikan "Trauma Healing" ke Bocah Korban Kekerasan di Serpong Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.