Kompas.com - 03/11/2013, 17:21 WIB
Hiruk pikuk penumpang kereta commuter line di stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/4/2013). Hari ini PT Kereta Api Indonesia memberlakukan perubahan grafik perjalanan kereta api (Gapeka). Penerapan Gapeka akan menambah jumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek di sejumlah rute yang nantinya juga akan berdampak pada waktu tunggu kedatangan kereta, dari biasanya kereta masuk stasiun setiap 15 menit menjadi sekitar 7 menit sekali. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Hiruk pikuk penumpang kereta commuter line di stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/4/2013). Hari ini PT Kereta Api Indonesia memberlakukan perubahan grafik perjalanan kereta api (Gapeka). Penerapan Gapeka akan menambah jumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek di sejumlah rute yang nantinya juga akan berdampak pada waktu tunggu kedatangan kereta, dari biasanya kereta masuk stasiun setiap 15 menit menjadi sekitar 7 menit sekali. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorEgidius Patnistik
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 30 unit kereta rel listrik (KRL) tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu (3/11) sekitar pukul 16.00. Kereta-kereta ini didatangkan dari Jepang, setelah dua minggu menempuh perjalanan laut.

Manajer Komunikasi PT Kereta Commuter Jabodetabek (PT KCJ) Eva Chairunisa mengatakan, kereta-kereta yang didatangkan merupakan proyek pengadaan tahun 2013.

PT KCJ berencana mendatangkan 180 unit kereta. Sepanjang November, PT KCJ berencana mendatangkan 70 unit kereta. Dengan sudah sampainya 30 unit pad tahap pertama, PT KCJ menjadwalkan 40 unit kereta datang secara bertahap.

"Sampai akhir tahun ini semua (180 kereta) sudah sampai di Indonesia," kata Eva saat dihubungi, Minggu.

Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, selanjutnya kereta tersebut akan dibawa ke Balai Yasa Manggarai, Jakarta Selatan, untuk menjalani perakitan ulang, dan pembenahan ulang interior dan eksterior.

Kereta akan mulai dioperasikan setelah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan. "Kira-kira proses sertifikasi itu memakan waktu sebulan," ujar Eva.

Ia mengatakan pemesanan 180 kereta listrik dari Jepang itu untuk menambah jumlah perjalanan kereta di lintas Jabodetabek. Dengan bertambahnya gerbong kereta yang ada, jumlah perjalanan akan semakin banyak dan cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Megapolitan
Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Megapolitan
Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Megapolitan
Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Megapolitan
3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.