"Gara-gara Jokowi, UMP Bekasi Tak Jadi Rp 2,8 Juta"

Kompas.com - 04/11/2013, 13:59 WIB
Presiden KSPI Said Iqbal usai konferensi pers menolak UMP DKI Jakarta 2014 di kantor Kontras, Jakarta, Senin (4/11/2013). KOMPAS.COM/FIANPresiden KSPI Said Iqbal usai konferensi pers menolak UMP DKI Jakarta 2014 di kantor Kontras, Jakarta, Senin (4/11/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI 2014 sebesar Rp 2,4 juta berdampak secara luas.

Iqbal mencontohkan beberapa buruh di daerah yang terganggu dengan keputusan yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta itu. Di Jawa Timur, misalnya, Gubernur Soekarwo sudah memberikan jaminan kepada buruh-buruh di daerah tersebut upah minimum kabupaten/kota (UMK) sekitar Rp 3 juta.

"Begitu juga dengan buruh-buruh di Bekasi yang sudah mencapai kesepakatan Rp 2,8 juta. Hancur gara-gara keputusan Jokowi," kata Iqbal saat konferensi pers di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Jakarta, Senin (4/11/2013).

Iqbal menyesalkan kenaikan UMP yang hanya 9 persen dari Rp 2,2 juta pada 2013 menjadi Rp 2,4 juta pada tahun 2014. Menurutnya, kenaikan tersebut bukti ketidakberpihakan Jokowi kepada buruh. Jokowi dinilainya hanya mengurusi hal-hal simbolik seremonial, seperti mengurusi topeng monyet.

"Di Surabaya itu naiknya 26 persen. Di Surakarta, kota yang ditinggal Jokowi, UMP naik 25,01 persen," ucapnya.


Iqbal mencontohkan kondisi buruh di Brasil di bawah Presiden Lula Da Silva. Dari kasus di negara tersebut, kenaikan UMP dapat mendorong daya beli (purchasing power) para buruh. Peningkatan daya beli buruh yang akan meningkatkan konsumsi domestik tersebut, kata Iqbal, bisa berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

"Jadi ngawur kalau dibilang kenaikan UMP membuat perusahaan bangkrut. Ngapain ekonomi tumbuh kalau kita enggak bisa beli barang," tandasnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Eks Calon Independen: Depok Butuh Sosok Kejutan untuk Dongkrak Partisipasi Politik

Megapolitan
Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Hingga Jumat Pagi, Ini 19 RW di Jakarta yang Masih Terendam Banjir

Megapolitan
Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Kunjungi Bayi yang Ditolong Polantas, Dirlantas PMJ Senang Namanya Dipakai Orangtua Bayi

Megapolitan
Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Himpun 69.000 KTP Warga Depok dalam 1,5 Bulan, Reza Zaki: Bisa Jadi Pertimbangan Parpol

Megapolitan
Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Hari Peduli Sampah, Anies Minta Masyarakat Ubah Pola Pikir Tentang Sampah

Megapolitan
Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Banjir di Bidara Cina Surut, Pengungsi Kembali ke Rumah

Megapolitan
Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Pengakuan Eksekutor Suami Aulia Kesuma, Dibayar Rp 2 Juta dan Bantah Membunuh

Megapolitan
Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Jalan Cikunir Raya Ditutup hingga Oktober 2020, Ini Jalan Alternatifnya

Megapolitan
Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Banjir di Cawang Akibat Luapan Kali Ciliwung Berangsur Surut

Megapolitan
Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Utang Beli Sapi Tak Kunjung Dibayar, Pensiunan PNS di Depok Dicokok Polisi

Megapolitan
Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan 'Anak Jalanan', Positif Sabu dan Ekstasi

Kasus Narkoba Menjerat Aulia Farhan "Anak Jalanan", Positif Sabu dan Ekstasi

Megapolitan
Luapan Kali Ciliwung Sebabkan 13 RW di Jakarta Timur Kebanjiran hingga Ribuan Warga Mengungsi

Luapan Kali Ciliwung Sebabkan 13 RW di Jakarta Timur Kebanjiran hingga Ribuan Warga Mengungsi

Megapolitan
Toko Retail di Bekasi Siap Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Toko Retail di Bekasi Siap Terapkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik

Megapolitan
Terbuai Perhiasan Palsu dan Janji Dinikahi, Anak di Bawah Umur Dicabuli Teman Ayahnya hingga Trauma

Terbuai Perhiasan Palsu dan Janji Dinikahi, Anak di Bawah Umur Dicabuli Teman Ayahnya hingga Trauma

Megapolitan
Ada Aksi 212 di Patung Kuda dan Istana Negara, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Polisi

Ada Aksi 212 di Patung Kuda dan Istana Negara, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Disiapkan Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X