Kompas.com - 05/11/2013, 10:05 WIB
Hiruk pikuk penumpang kereta commuter line di stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/4/2013). Hari ini PT Kereta Api Indonesia memberlakukan perubahan grafik perjalanan kereta api (Gapeka). Penerapan Gapeka akan menambah jumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek di sejumlah rute yang nantinya juga akan berdampak pada waktu tunggu kedatangan kereta, dari biasanya kereta masuk stasiun setiap 15 menit menjadi sekitar 7 menit sekali. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Hiruk pikuk penumpang kereta commuter line di stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (1/4/2013). Hari ini PT Kereta Api Indonesia memberlakukan perubahan grafik perjalanan kereta api (Gapeka). Penerapan Gapeka akan menambah jumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek di sejumlah rute yang nantinya juga akan berdampak pada waktu tunggu kedatangan kereta, dari biasanya kereta masuk stasiun setiap 15 menit menjadi sekitar 7 menit sekali. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Tarif KRL Jabodetabek diperkirakan akan naik pada Oktober 2014. Namun besaran kenaikan belum dapat dipastikan, masih menunggu perhitungan kucuran obligasi layanan publik dari pemerintah.

“Penambahan tarifnya nanti pada Oktober 2014. Tapi (besaran kenaikannya) tergantung PSO (public service obligation) dari pemerintah, mau ngasihnya berapa,” kata Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek Tri Handoyo di kantornya, Jakarta, Senin (4/11/2013). Setelah menghitung PSO yang didapat, proporsi harga yang harus dibayar masyarakat baru dapat dihitung.

"Kalau (misalnya) nanti kami naikkan (tarif) dari yang Rp 9.000 (untuk rute Jakarta-Bogor) menjadi Rp 20.000, tapi pemerintah kasih PSO Rp 12.000, kan tarifnya malah jadi Rp 8.000,” imbuh Tri. Dia belum dapat memastikan kapan pengambilan keputusan soal PSO.

Dalam kesempatan itu Tri mengatakan margin keuntungan yang didapat KCJ saat ini juga masih minim. "Sekitar 5 sampai 8 persen," sebut dia. Itu pun, lanjut Tri, masih ada kebutuhan swadaya untuk menambah gerbong kereta sekalipun dengan membeli bekas dari Jepang. Sepanjang 2013, KCJ mendatangkan 180 gerbong bekas dari Jepang.

“Investasi untuk mendatangkan kereta ini kami pinjam bank dengan bunga komersial 8 sampai 10 persen," sebut Tri. Dengan semua angka-angka tersebut, Tri memperkirakan balik modal alias break event point (BEP) KCJ akan didapat 10 tahun dari sekarang.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Fokuskan Penanganan terhadap Pasien Omicron dengan Komorbid dan Lansia

Dinkes Tangsel Fokuskan Penanganan terhadap Pasien Omicron dengan Komorbid dan Lansia

Megapolitan
Ini Provokator yang Teriak Maling, Berujung pada Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas di Cakung

Ini Provokator yang Teriak Maling, Berujung pada Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas di Cakung

Megapolitan
Dua dari Lima Pasien Omicron Warga Kota Tangerang Selesai Jalani Isolasi di RS

Dua dari Lima Pasien Omicron Warga Kota Tangerang Selesai Jalani Isolasi di RS

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Cilandak, Pemkot Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Kasus Omicron Terdeteksi di Cilandak, Pemkot Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
PPKM di Kota Tangerang Diprediksi Akan Berubah Jadi Level 3

PPKM di Kota Tangerang Diprediksi Akan Berubah Jadi Level 3

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Penjambret Tas Milik Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat

Polisi Masih Selidiki Penjambret Tas Milik Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat

Megapolitan
Dinkes Catat 16 Kasus Transmisi Lokal Varian Omicron di Tangerang Selatan

Dinkes Catat 16 Kasus Transmisi Lokal Varian Omicron di Tangerang Selatan

Megapolitan
Nasdem Gelar Vaksinasi Covid-19 di Cilandak, Sediakan 300 Dosis Per Hari

Nasdem Gelar Vaksinasi Covid-19 di Cilandak, Sediakan 300 Dosis Per Hari

Megapolitan
Bertambah, Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Jadi 4 Orang

Bertambah, Tersangka Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Jadi 4 Orang

Megapolitan
Terduga Pembunuh Pemuda di Bekasi Ancam Saksi dan Bilang Korban Jatuh dari Tangga

Terduga Pembunuh Pemuda di Bekasi Ancam Saksi dan Bilang Korban Jatuh dari Tangga

Megapolitan
Pemuda di Bekasi Diduga Dibunuh Temannya, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Dibekap Lakban

Pemuda di Bekasi Diduga Dibunuh Temannya, Tangan dan Kaki Diikat, Mulut Dibekap Lakban

Megapolitan
Daftar 32 RS Rujukan Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Daftar 32 RS Rujukan Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
BOR Capai 11,4 Persen, Wali Kota Tangerang: Minggu Kemarin Masih 5 Persen

BOR Capai 11,4 Persen, Wali Kota Tangerang: Minggu Kemarin Masih 5 Persen

Megapolitan
Menahan Tangis, Anak Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok: Saya Tak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

Menahan Tangis, Anak Kakek 89 Tahun yang Dikeroyok: Saya Tak Terima Papa Meninggal Mengenaskan

Megapolitan
UPDATE 24 Januari: 1.993 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 10.488

UPDATE 24 Januari: 1.993 Kasus Baru, Pasien Aktif Covid-19 di Jakarta Capai 10.488

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.