Kompas.com - 05/11/2013, 18:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo disambut warga yang berebut ingin bersalaman dengannya saat ia akan masuk ke SMP Negeri 108, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/4/2013). Jokowi berkunjung ke SMPN 108 untuk bersilaturahim dan memberi arahan kepada siswa yang baru selesai melaksanakan Ujian Nasional (UN). WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAGubernur DKI Jakarta Joko Widodo disambut warga yang berebut ingin bersalaman dengannya saat ia akan masuk ke SMP Negeri 108, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/4/2013). Jokowi berkunjung ke SMPN 108 untuk bersilaturahim dan memberi arahan kepada siswa yang baru selesai melaksanakan Ujian Nasional (UN).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa tahun mendatang, warga Jakarta berkesempatan pesta buah gratis. Mulai akhir November ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menanam 40.000 pohon buah berbagai jenis. Warga boleh menikmati buah-buah itu tanpa perlu membelinya alias cuma-cuma.

"Warga boleh petik sesukanya. Ada mangga, jambu, rambutan, dan sebagainya," ujar Jokowi kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke area pembibitan buah milik Dinas Pertanian dan Kelautan DKI di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2013) siang.

Jokowi mengatakan, 40.000 pohon buah itu akan dibagi ke lima kota administrasi di Jakarta sesuai dengan kecocokan tanaman dan kondisi tanah di masing-masing wilayah. Jakarta Timur akan ditanami durian dan rambutan, Jakarta Selatan ditanami rambutan, jambu air untuk Jakarta Pusat, mangga di Jakarta Utara, serta Jakarta Barat akan ditanami mangga dan rambutan.

Jokowi sengaja menanam pohon berbuah pada akhir tahun karena curah hujan meningkat sehingga ketersediaan air sebagai makanan tanaman menjadi cukup. "Di suatu kota itu harus ada estetikanya, harus ada penghijauan dan harus dilihat produktivitasnya. Nanti pasti kelihatan," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan DKI Ipih Ruyani menyatakan siap mengadakan puluhan ribu pohon tersebut. Ia menyebutkan, saat ini telah tersedia jumlah bibit pohon lebih dari jumlah tersebut. Rencananya, pohon-pohon buah tersebut akan ditempatkan di dua lokasi. Selain ada yang dikumpulkan di sebuah lahan khusus, ada pula yang ditanam di tepi jalan. Tanaman berbuah yang di tepi jalan bisa sekaligus berfungsi sebagai tanaman peneduh untuk para pejalan kaki.

"Di lahan khusus itu ada yang di Rusun Marunda. Pak Gubernur juga minta ditanam di Waduk Pluit. Kita akan koordinasi dengan pemegang desain wilayah-wilayah itu supaya sinkron," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
Saluran Limbah Pabrik Farmasi Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta Disegel

Saluran Limbah Pabrik Farmasi Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta Disegel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.